Sepi, Pedagang Tutup Lapak Jualan

radarjogja | Nasional | Published at 20/07/2021 13:44
Sepi, Pedagang Tutup Lapak Jualan

RADAR JOGJA Menurunnya mobilitas masyarakat akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, berdampak pada sepinya aktivitas pasar tradisional. Akibat dagangan yang sepi pedagang pun merugi.

Seperti di pasar tradisional terbesar Argosari Wonosari. Harga kebutuhan cenderung stabil, meskipun sejumlah komoditas diketahui mengalami kenaikan. Perkembangan harga rata-rata beberapa kebutuhan bahan pokok pangan terpantau dalam dua hari terakhir.

Kondisi demikian dibenarkan pedagang pasar Tukino. Namun karena sepi pengunjung sejumlah pedagang memilih tutup. Keputusan menutup lapak tidak lain karena pertimbangan meminimalisir kerugian. Kalau boleh berharap PPKM Darurat jangan diperpanjang, kata Tukino.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, PPKM darurat mampu mengurangi mobilitas di pasar tradisional 30 sampai dengan 40 persen.
Permintaannya (bahan kebutuhan pokok) menurun, karena konsomsi masyarakat menurun disebabkan aktivas/mobilitas masyarakat juga menurun dengan adanya PPKM Darurat, kata Johan Eko Sudarto saat dihubungi Senin (19/7).

Berdasarkan hasil pengecekan petugas, kecenderungan harga cenderung stabil terpantau sejak Minggu 18 Juli sampai dengan 19 Juli 2021. Untuk komoditas beras Ir 1 Rp 11.400 per kg, gula pasir Rp 9.300 per kg, minyak goreng Rp 14.500 per kg, tepung terigu Rp 10.300 per kg.

Daging sapi murni turun dari Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 115 ribu per kg, telur turun dari Rp 24 ribu per kg menjadi Rp 23 ribu per kg. Cabe merah keriting naik dari Rp 21 ribu menjadi 22 ribu per kg, cabe rawit naik dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg. Bawang merah stabil di harga Rp 28 ribu per kg. Harga stabil, stok aman, ujarnya.

Terpisah, Kepala Administrasi Pasar Kemantren Wonosari, Sularno mengatakan, disaat PPKM darurat sejumlah pedagang memilih tutup. Aktivitas pasar menjadi sepi, terutama yang di pukul 03.00-05.00 WIB. Paling banyak dikunjungi adalah lantai 2. Ada pengunjung namun tidak seramai biasanya, kata Sularno.

Dibagian lain, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Gunungkidul, Sriatun berharap ada kebijaksanaan laen sehingga perekonomian pasar tradisional tetap bisa berjalan normal. Program vaksinasi selama ini sudah ke pasar-pasar, semoga bisa merata ke seluruh pasar desa sehingga semua pedagang diharapkan lebih sehat dalam situasi pandemi, kata Sriatun. (gun/bah)

Artikel Asli