Cegah Surat PCR Dan Vaksinasi Palsu Penumpang Pesawat Wajib Gunakan Aplikasi Pedulilindungi

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 13:26
Cegah Surat PCR Dan Vaksinasi Palsu Penumpang Pesawat Wajib Gunakan Aplikasi Pedulilindungi

Setelah sukses melakukan uji coba selama dua pekan, mulai Senin (19/7) Pemerintah menerapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara. Peraturan ini berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Informasi hasil swab test PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi. Dengan begitu, akan membantu masyarakat untuk dapat melakukan check in secara online .

Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi menyatakan, integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan. Kata dia, penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah diuji coba selama 2 pekan dan berjalan dengan baik. Maka, mulai Senin (19/7), kebijakan itu diterapkan secara resmi.

Kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi, karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian. Mereka tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan, ujar Oscar, seperti dimuat di laman Sehat Negeriku .

Oscar menambahkan, dengan mekanisme tersebut, bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat. Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR.

Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi. Sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi, terang Oscar.

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kemenkes. Saat ini sudah ada sejumlah lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan, tambahnya.

Dengan mekanisme baru ini, pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan, bukan saat kedatangan. Sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus Covid-19, tutup Oscar. [ USU ]

Artikel Asli