RPCB Syantikara Sleman Jadi Selter Isolasi Gratis Untuk Pasien OTG Covid

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 12:58
RPCB Syantikara Sleman Jadi Selter Isolasi Gratis Untuk Pasien OTG Covid

Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara yang berlokasi di Jalan Kolombo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disiapkan untuk menjadi selter isolasi masyarakat yang positif terpapar Covid-19 dan kesulitan mendapatkan ruang isolasi.

"RPCB Syantikara ini kami siapkan menjadi selter isolasi warga terpapar Covid-19 kategori tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan yang kesulitan mendapat ruang isolasi. Warga yang isolasi di RPCB, tidak dipungut biaya," ujar dari Bidang Kesekretariatan Selter RPCB Syantikara Suster (Sr) Birgitta Diah Juliati CB di Sleman, Selasa (20/7).

Ia mengatakan Selter Syantikara lahir atas keprihatinan Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko yang turut prihatin dengan merebaknya pasien yang terpapar Covid-19, serta rumah sakit dan pelayanan kesehatan kewalahan menampung pasien.

"Banyak pasien kesulitan mendapatkan akses dalam pelayanan kesehatan karena sedemikian cepat penularan virus Covid-19 ini di masyarakat. Mgr Robertus Rubiyatmoko mengajak para pimpinan Kongregasi dan Tarekat di KAS untuk menanggapi keprihatinan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, Provinsial Kongregasi CB Sr Yustiana CB segera bertindak dan memutuskan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara dijadikan selter untuk menampung pasien-pasien yang kesulitan mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri maupun mereka yang seharusnya dirawat di rumah sakit.

"Sr Yustiana CB kemudian menggandeng Pimpinan Yayasan Panti Rapih (YPR), Ambrosius Koesmargono, dan Pimpinan Yayasan Syantikara (YS) Didit Krisnadewara dan Sr Krispiani Sukarwati CB untuk mewujudkan harapan ini," katanya.

"Pada 1 Agustus 2021 ditetapkan sebagai awal penerimaan pasien yang akan isolasi mandiri di Selter Syantikara," ujarnya.

Ia mengatakan tujuan dari Selter Syantikara,untuk memisahkan warga yang sehat dan yang sakit, mengurangi beban rumah sakit dan anggaran negara, diutamakan tenaga kesehatan yang memerlukan tempat isolasi mandiri dalam lingkung jejaring Rumah Sakit CB di DIY.

Selain itu juga untukmasyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana untuk isolasi mandiri di rumah, keterbatasan sosial ekonomi dan yang mengalami kesesakan hidup.

"Selter Syantikara berkapasitas 82 kamar, penanggung jawab selter telah mengatur penggunaan kamar tidur bisa digunakan untuk dua orang. Sirkulasi udara masing-masing paviliun cukup baik, dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian, alat pemantau kesehatan," ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Seelter Syantikara, Drg Triputro Nugroho, M.Kes berharap agar keberadaan Selter Syantikara tersebut untuk memenuhi kebutuhan tempat isolasi mandiribagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 OTG dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan yang masih bisa beraktivitas secara normal. [ SRI ]

Artikel Asli