Duh, Selama PPKM Darurat Aktivitas Nonggo Justru Naik 19 Persen

radarjogja | Nasional | Published at 20/07/2021 12:50
Duh, Selama PPKM Darurat Aktivitas Nonggo Justru Naik 19 Persen

RADAR JOGJA Pelaksanaan PPKM Darurat di DIJ memang bisa sedikit mengurangi mobilitas masyarakat. Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, data penurunan mobilitas masyarakat di DIJ sudah mencapai angka 30 persen.

Hal itu diakui Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji. Namun, mobilitas warga di lingkungan permukiman justru naik 19 persen. Mereka tidak pergi keluar, tetapi nonggo. Dan itu naiknya 19 persen dibandingkan hari biasa, jelasnya.

Menurut Aji, hal itu cukup disayangkan. Padahal salah satu penularan virus korona paling banyak itu justru datang dari keluarga atau tetangga. Pasalnya, ketika berkumpul dengan tetangga maupun keluarga, orang cenderung merasa aman dan tidak mengenakan masker. Padahal sekarang banyak klaster keluarga dan tetangga. Ini yang harus diperhatikan, ujarnya.

Untuk itu, mantan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ ini mendorong agar satgas di level RT maupun RW berperan aktif. Mereka diharapkan bisa mengawasi kegiatan yang ada di lingkungan mereka. Sebetulnya orang-orang yang nonggo itu belum tentu keperluannya mendesak, tandasnya.

Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 di DIJ masih ada di level tinggi. Kemarin petang, terdapat penambahan 1.992 kasus positif baru. Saat ini total kasus positif di DIJ 94.076 kasus, ungkap Kabag Humas Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah DIJ Ditya Nanaryo Aji.
Untuk kasus sembuh Covid-19, tidak kalah banyak. Kemarin ada penambahan 1.335 kasus sembuh baru. Total kasus sembuh di DIJ sendiri saat ini mencapai 63.763 kasus.

Kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di DIJ juga terus bertambah. Ada penambahan 56 kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di DIJ. Sampai saat ini, kasus meninggal dunia sudah menyentuh angka 2.438 kasus. (kur/laz)

Artikel Asli