Ada Yang Matok Harga Rp 80 Juta Jusuf Hamka Tawarkan Biaya Kremasi Cuma Rp 7 Juta

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 11:26
Ada Yang Matok Harga Rp 80 Juta Jusuf Hamka Tawarkan Biaya Kremasi Cuma Rp 7 Juta

Pembina Yayasan Krematorium Cilincing, M Jusuf Hamka alias Babah Alun menyerukan perlawanan terhadap kartel kremasi jenazah korban Covid-19. Para kartel kremasi ini, memainkan dan mematok harga pelayanan kremasi hingga selangit.

"Kartel-kartel ini sudah tidak manusiawi, sudah memeras saudara-saudara kita sampai harga Rp 80 juta, maka kita lawan kartel ini bersama. Bersama kita bisa," tegas Jusuf Hamka dalam video yang diunggah di media sosial, Senin (19/7).

Pembina Vihara Kim Tek Ie atau Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan itu pun menyesalkan terjadinya praktik kartel kremasi yang menyusahkan keluarga korban Covid-19.

"Jelas, kremasi yang dikartelkan sangat-sangat tidak beradab, dan ini menyedihkan, saya sangat sedih," tuturnya.

Untuk melawan kartel kremasi itu, Jusuf memerintahkan jajarannya di Yayasan Krematorium Cilincing untuk menerima jenazah korban Covid-19 untuk dikremasi dengan biaya normal, yakni Rp 7 juta.

"Saya perintahkan mulai hari ini, 19 Juli 2021, supaya menerima jenazah korban Covid-19 hanya dengan biaya Rp 7 juta. Jangan khawatir saudara-saudaraku, umat Kristiani, umat Buddha, saya selalu ada bersama kalian, saya akan bantu kalian," tegas mantan Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) ini.

Selain itu, dia juga memberikan pelayanan kremasi gratis jenazah Covid-19 kepada keluarga yang tidak mampu.

"Bawa surat keterangan Lurah, dan bawa juga surat keterangan Camat, saya akan mintakan supaya dibebaskan dari biaya alias gratis. Saya akan bersama kalian. Kita lawan kartel bersama," tutup Jusuf Hamka.

Informasi soal adanya permainan harga kremasi ini disampaikan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), yang menangani pemulasaran jenazah Covid-19.

Mereka menerima informasi, kartel kremasi jenazah Covid-19 mengenakan biaya sampai Rp 55 juta-Rp 80 juta.

 

Kepala Distamhut Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Minggu (18/7), menyatakan, pihaknya menerima keluhan warga pada Senin (12/7).

Seorang warga menulis pengalaman saat ibunya meninggal, Senin (12/7) pagi. Biaya kremasi sebesar Rp 10 juta pada satu setengah bulan sebelumnya melonjak menjadi Rp 24 juta pada dua akhir Juni. Kemudian pada Senin (12/7) menjadi Rp 45 juta sampai Rp 55 juta.

Ketika keluarga yang berduka sudah semakin terdesak, mengingat pihak RS meminta segara memindahkan jenazah, tawaran biaya melambung sampai Rp 65 juta.

Lalu informasi berikutnya pada Sabtu (17/8) ada yang mematok sampai Rp 80 juta. Diduga ada kongkalikong operator di lapangan yang mengambil untung dengan memanfaatkan kondisi keluarga yang sedang kalut dan bingung karena terdesak. [OKT]

Artikel Asli