RPH Balikpapan Kebanjiran Potong Hewan Kurban Saat Pandemi, Segini Harganya

apahabar.com | Nasional | Published at 20/07/2021 11:56
RPH Balikpapan Kebanjiran Potong Hewan Kurban Saat Pandemi, Segini Harganya

apahabar.com , BALIKPAPAN Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Projakal, Balikpapan Utara, Kaltim, kebanjiran potong hewan kurban saat Iduladha 1442 H, Selasa (20/7).

Menyusul surat edaran Wali Kota Balikpapan yang menyarankan pemotongan hewan kurban di RPH lantaran situasi masih pandemi Covid-19.

Kepala UPTD RPH, drh Totok Tidarto mengatakan pihaknya banyak menerima potong hewan hingga dua hari kedepan.

Sebab sejumlah masjid di Balikpapan lebih memilih melakukan pemotongan di RPH lantaran lingkungan sekitarnya masuk zona merah.

Iya banyak mas, memang masih situasi pandemi jadi banyak yang melakukan pemotongan di sini. Masjid-masjid juga pada ke sini, karena selain mereka nggak ada tempat, lingkungan disekitarnya juga pada zona merah, ujar Totok.

Hari pertama Iduladha RPH sudah kebanjiran potong hewan kurban yakni sekitar 70 sapi.

Jumlah tersebut sejatinya masih banyak yang mengantre, namun banyak yang memilih memotong di hari kedua dan ketiga.

Hari ini aja ada sekitar 70-an, sampai siang ini yang sudah terpotong sekitar 42 ekor. Itu masih banyak lagi, besok juga masih banyak antrean sampai hari ketiga, ujarnya.

Diketahui satu ekor sapi para pemilik hewan kurban harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 900 ribu tergantung jenis pemotongan.

Pemotongan dikerjakan oleh puluhan penjagal dengan masing-masing tarif yang telah disepakati.

Tergantung, kalau paketan harga Rp 500 ribu itu cuma sampai kuliti dan potong beberapa bagian. Nah kalau harga Rp 900 ribu itu sudah sama dicincang, ditimbang terus tinggal di plastikin aja. Kalau untuk retribusi ke RPH itu satu ekor sapi Rp 50 ribu, sebutnya.

Salah seorang warga memilih memotong di RPH lantaran warga sekitarnya banyak yang terpapar Covid-19.

Warga sepakat untuk memotong di RPH agar tidak menimbulkan kerumunan yang dapat menularkan virus corona.

Di tempat kami banyak yang kena mas, jadi daripada kami gelar potong sapi disana itu kan rawan juga, lebih baik kami potong disini terus nanti dibagikannya langsung ke rumah warga, ungkap Anto, warga Batu Ampar.

Artikel Asli