Gus Halim: Ibadah Kurban Siratkan Pesan Solidaritas dan Empati

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 10:34
Gus Halim: Ibadah Kurban Siratkan Pesan Solidaritas dan Empati

Tahun 2021 ini, umat Islam kembali merayakan Idul Adha dalam kondisi pandemi Covid-19. Kondisi yang penuh dengan keprihatinan.

"Selama pandemi, banyak sektor yang terkena dampak, termasuk sektor ekonomi," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar pada momentum Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Selasa (20/7).

Halim Iskandar menjelaskan, Idul Adha sangat berkaitan erat dengan ibadah kurban. Ibadah ini, katanya, memadukan dua nilai yang saling bertautan, yakni nilai ketuhanan dan kemanusiaan. "Nilai ketuhanan yang berkemanusiaan dan nilai kemanusiaan yang berketuhanan," tuturnya.

Ibadah kurban, kata Halim Iskandar, juga mengandung nilai-nilai ritual vertikal dan memiliki manifestasi yang sangat kuat dengan relasi horizontal.

Kurban ditunaikan tak sekadar berdasar keikhlasan dan ketaatan terhadap perintah Allah SWT, tapi juga harus memiliki makna pengorbanan terhadap sesama.

"Ibadah kurban menyiratkan pesan solidaritas dan empati karena menyembelih hewan sekaligus mengajarkan kita untuk menyembelih ego pribadi," ucap Gus Halim, sapaan akrabnya.

Gus Halim meyakini, ibadah kurban yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini bakal memberi dampak pada pemulihan ekonomi.

Doktor Honor Causa dari UNY ini mengatakan, Ibadah kurban juga akan menimbulkan empati dan rasa tidak hanya mau menang sendiri. Salah satu bukti rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, menurut mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini adalah mematuhi protokol kesehatan. Perilaku itu tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga melindungi orang lain.

"Mari patuhi protokol kesehatan ini demi keselamatan jiwa anak negeri dan manusia. Mari kita ibadah kurban lebih bermakna lagi, bukan hanya ketaatan kepada Ilahi," bebernya.

"Jangan lupa memakai masker, mencuci pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta kurangi mobilitas atau interaksi," tandas Gus Halim. [DIR]

Artikel Asli