Jamaah Haji Bermasker Berdoa agar Dunia Bebas Covid-19

republika | Nasional | Published at 20/07/2021 10:15
Jamaah Haji Bermasker Berdoa agar Dunia Bebas Covid-19

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Ribuan jamaah haji bermasker tahun ini berkumpul di Gunung Arafat, untuk berdoa memohon ampun dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Jamaah haji berkumpul di gunung Arafat pada Senin (19/7).

Ini adalah perasaan yang tak terlukiskan bahwa saya terpilih di antara jutaan orang untuk menghadiri haji. Saya berdoa agar Allah mengakhiri masa-masa sulit yang dialami seluruh dunia di bawah virus corona, kata Um Ahmed, seorang peziarah Palestina yang tinggal di ibu kota Saudi, Riyadh.

Dilansir dari Alarabiya , Selasa (20/7), Ahmed mengaku kehilangan empat anggota keluarganya karena virus corona. Berkesempatan mengikuti haji tahun ini,membuatnya merasa bersyukur.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lebih dari dua juta peziarah biasa menutupi Gunung Rahmat di dataran Arafat, duduk berdekatan di kota gurun Makkah, membawa payung dan kipas angin agar tetap sejuk saat suhu naik menuju 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit).

Peziarah tahun ini, mengenakan jubah putih yang menandakan keadaan suci, harus menjaga jarak sosial dan mengenakan masker di Gunung Arafat, bukit tempat Islam dipegang. Allah menguji iman Abraham dengan memerintahkannya untuk mengorbankan putranya Ismail.

Gunung Arafat juga merupakan tempat Nabi Muhammad memberikan khotbah terakhirnya.

Doa yang pertama adalah memohon kepada Allah untuk mengangkat pandemi ini, kutukan ini dan kesedihan ini untuk seluruh umat manusia dan bagi umat Islam, sehingga di tahun-tahun berikutnya mereka dapat menghadiri haji dan jutaan untuk mengisi ulang tempat-tempat suci ini, kata Maher Baroody, seorang peziarah Suriah.

Arab Saudi, rumah bagi situs-situs paling suci Islam di Makkah dan Madinah, telah melarang jamaah dari luar negeri untuk melakukan haji tahun kedua ini. Arab Saudi membatasi jumlah jamaah hanya 60 ribu orang warga dan penduduk Saudi, berusia 18 hingga 65 tahun.

Mereka juga harus yang telah sepenuhnya divaksinasi atau pulih dari virus dan tidak menderita penyakit kronis. Jamaah haji terpilih juga mereka yang belum pernah melakukan haji seumur hidupnya.

Artikel Asli