Jokowi: Hati-hati, Kalau Pembatasan Dilonggarkan, Faskes Bisa Kolaps

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 09:43
Jokowi: Hati-hati, Kalau Pembatasan Dilonggarkan, Faskes Bisa Kolaps

Presiden Jokowi memahami sebagian aspirasi masyarakat, yang meminta agar kegiatan sosial dan ekonomi bisa dilonggarkan.

Menurutnya, hal tersebut hanya bisa dilakukan, jika kasus penularan Covid-19 sudah rendah. Jumlah kasus bergejala berat yang masuk ke rumah sakit pun, sudah turun.

Bayangkan, kalau pembatasan ini dilonggarkan, kemudian kasusnya naik lagi, dan rumah sakit tidak mampu menampung pasien-pasien yang ada. Iniakan menyebabkan fasilitas kesehatan kita menjadi kolaps. Hati-hati juga dengan ini, kata Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga kembali menegaskan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak dan memakai masker.

Karena itu merupakan salah satu dari dua kunci utama menyelesaikan pandemi Covid-19, selain vaksinasi.

Kuncinya, sebetulnya hanya ada dua sekarang ini. Hanya ada dua. Mempercepat vaksinasi. Sekali lagi, mempercepat vaksinasi. Yang kedua, kedisplinan protokol kesehatan utamanya masker, pakai masker. Oleh sebabitu, saya minta kepada gubernur, bupati, dan wali kota yang didukung oleh jajaran Forkopimda, agar semuanya betul-betulfokus dan bertanggung jawab terhadap semua ini. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan, tegas Jokowi.

Selain mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan, Jokowi juga mengingatkan pentingnya edukasi terhadap masyarakat,tentang cara mendeteksi dini apabila mereka terinfeksi Covid-19.

Masyarakat harus tahu cara mendeteksi dini, apabila tertular Covid-19. Ke mana memperoleh obat dan ke mana berkonsultasi, apakah ke dokter atau ke rumah sakit, jelasnya.

Jokowi juga meminta seluruhkepala daerah, agar aturan mengenaitindakan pendisiplinan protokol kesehatan di sejumlah tempat seperti pasar, pabrik, mal, hingga rumah ibadah dibikin lebih rinci. [HES]

Artikel Asli