267 Kendaraan Pelat Non AB Dipaksa Putar Balik

radarjogja | Nasional | Published at 20/07/2021 08:43
267 Kendaraan Pelat Non AB Dipaksa Putar Balik

RADAR JOGJA Selama PPKM Darurat berlangsung, sebanyak 267 kendaraan harus putar balik, tak bisa memasuki wilayah Kota Jogja. Mereka tidak membawa kelengkapan dokumen perjalanan dan tidak berkegiatan esensial.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan operasi acak 11 kali. Dari 267 kendaraan yang diputar balik itu, terdiri atas 181 kendaraan roda dua dan 86 mobil. Kebanyakan pelaku perjalanan berasal dari Jateng, Jatim, dan Jakarta.

Ya mereka terpaksa kami suruh putar balik, karena tidak membawa dokumen perjalanan sesuai aturan, kata Agus saat ditemui di SMPN 8 Jogja, kemarin (19/7).

Agus menjelaskan pelaku perjalanan pelat nopol luar daerah itu tidak membawa kelengkapan dokumen seperti hasil tes antigen, PCR atau surat sertifikat vaksin. Dan rerata tidak memiliki kegiatan yang esensial dan kritikal ke Kota Jogja.

Mereka nggak tahu mau ke kota ngapain. Macam-macam, ada yang hanya pengen lihat-lihat Kota Jogja. Itu kan tidak esensial dan kritikal, makanya kami putar balik. Tapi mereka semua akhirnya mengerti kok, ujarnya.
Dikatakan, kegiatan operasi acak ini dilakukan terakhir Senin (19/7).

Dilanjutkan tidaknya, pihaknya menunggu kebijakan terkait PPKM Darurat di DIJ yang selesai hari ini (20/7). Termasuk penutupan beberapa ruas jalan.
Meski begitu, hingga berakhirnya kebijakan PPKM Darurat per Senin (19/7) diklaim kondisi volume lalu lintas di semua titik cenderung landai. Penurunan volume lalu lintas mencapai 32 persen untuk siang hari dan 21 persen pada malam hari, khususnya pukul 20.00 ke atas.

Menurunnya volume lalu lintas ini otomatis karena berkurangnya mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat. Itu hanya tinggal mobilitas lokal saja yang masih ada kepentingan esensial, seperti cari makan dan sebagainya. Tapi kalau aktivitas non-esensial, sudah tidak ada, minimlah, terangnya.

Salah satu parameter pengurangan volume lalu lintas itu adalah pada panjang antrean di trafic light. Sembari melihat flow lalu lintasnya. Dia tak menampik kondisi selama PPKM Darurat memang serba sulit karena adanya pembatasan dan penutupan di mana-mana.

Namun demikian tidak serta merta pemerintah, dalam hal ini tengah berupaya untuk menekan sebaran virus korona yang pertumbuhannya cepat, dengan cara mengurangi mobilitas orang yang tidak berkepentingan.

Harapan kami masyarakat memahami, kalau tidak untuk kepentingan esensial dan kritikal, ya nggak usah keluar dulu. Kita utamakan dulu hal yang kebutuhan primer, sekunder tersier nanti dulu, tambahnya. (wia/laz)

Artikel Asli