Melihat Persiapan RPH Surya Surabaya dalam Menyambut Hari Raya Kurban

jawapos | Nasional | Published at 20/07/2021 07:48
Melihat Persiapan RPH Surya Surabaya dalam Menyambut Hari Raya Kurban

Pemerintah mengimbau penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha digelar di rumah potong hewan (RPH). Manajemen RPH Surya di Jalan Pegirian melakukan berbagai persiapan untuk mengatasi lonjakan jasa pemotongan. Selain membatasi pengunjung, BUMD itu menyiapkan tim dokumentasi agar penyembelihan bisa dilihat secara virtual.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

PULUHAN ekor sapi memenuhi halaman RPH Surya kemarin (18/7). Jenis, harga, dan bobotnya berbeda-beda. Asal muasal ternak yang bakal disembelih saat Hari Raya Idul Adha itu juga tak sama.

Mayoritas sapi didatangkan dari Pulau Madura. Harganya mulai Rp 17 juta. Seluruh sapi telah dipesan untuk dikurbankan. Selain perseorangan, ada hewan yang dinamai instansi seperti kepolisian, DPRD, dan Pemkot Surabaya.

Di sini juga ada sapinya Pak Eri (wali kota Surabaya, Red). Disembelih hari pertama, kata Plt Dirut RPH Surya Mohamad Faiz saat ditemui di kantornya. Menurut dia, penyembelihan dilakukan mulai besok (20/7) setelah salat Idul Adha. Rencananya ada 60 sapi dulu. Nanti dilanjutkan hari kedua, tambah Faiz.

Dia tak menampik ada kenaikan jasa pemotongan hewan di RPH untuk hari raya tahun ini. Kenaikan itu tak terlepas dari arahan pemerintah agar penyembelihan dilakukan di rumah pemotongan. Dampak woro-woro tersebut, RPH kebanjiran order jasa pemotongan.

Sejak sebulan lalu, banyak warga yang berdatangan untuk meminta bantuan penyembelihan. Ada 150 hewan yang akan dipotong pada hari pertama dan kedua Idul Adha. Jumlah hewan berpotensi bertambah karena RPH juga membuka layanan pemotongan pada hari ketiga dan seterusnya.

Menurut Faiz, ada enam tim jagal yang disiapkan untuk penyembelihan selama Hari Raya Kurban. Masing-masing beranggota 68 orang. Sebelumnya, mereka menjalani pelatihan secara khusus.

Pelatihan tersebut tidak hanya mengenai tata cara penyembelihan yang benar dan halal. Namun, juga upaya jaga jarak saat pemotongan. Mereka diwajibkan memakai masker saat bekerja.

Terkait jasa pengemasan, Faiz mengatakan bahwa RPH memerlukan banyak tenaga untuk layanan tersebut. Perusahaan akan menambah SDM untuk pelayanan. Mereka akan melibatkan warga di sekitar RPH. Jumlahnya ratusan. Kami akan melibatkan ibu-ibu rumah tangga, kata Faiz.

Dia mengakui bahwa pelaksanaan pemotongan saat PPKM darurat memang tidak mudah. Terutama terkait prokesnya. Menurut Faiz, pemotongan pada Hari Raya Idul Adha saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu bisa dilihat dari waktu dan jumlah pemotongan. Tidak semua sapi dipotong bersamaan.

Sebenarnya ada 30 alat pemotongan yang tersedia di RPH. Namun, untuk mengatur jarak, tidak semuanya dipakai. Sapi-sapi disembelih bergantian. Kami tidak ingin terjadi kerumunan jagal. Kami coba sepuluh-sepuluh sapi dulu, ujar Faiz.

Dia menjelaskan bahwa pengaturan juga dilakukan di bagian pengemasan. Jarak pekerja diatur. Untuk meminimalkan kontak pekerja, RPH akan menambah peralatan pemotongan daging.

Faiz memastikan seluruh jagal sehat. Sebab, mereka harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Nanti ada tim kesehatan yang stand by di RPH. Suhu badan seluruh jagal akan dites secara berkala.

Kali ini, kami juga membatasi pengunjung. Tidak semua pemilik sapi bisa masuk, jelas Faiz. Menurut dia, hanya satu pemilik yang diperbolehkan masuk. Yang lainnya menunggu di luar tempat penyembelihan.

Faiz meminta masyarakat tak khawatir. Sebab, RPH menyiapkan tim dokumentasi secara khusus. Nanti penyembelihan bisa disaksikan secara virtual. Ada ruangan khusus untuk pengunjung. Di sana nanti ada layar lebar untuk melihat penyembelihan, tandas Faiz. (*/c7/git)

Artikel Asli