Awas, Kerumunan saat Pemotongan Kurban!

radarjogja | Nasional | Published at 20/07/2021 07:31
Awas, Kerumunan saat Pemotongan Kurban!

RADAR JOGJA Idul Adha 1442 H yang jatuh pada hari ini (20/7) masih sama dengan tahun lalu. Umat Islam pun harus merayakan salah satu hari besar agama ini di tengah situasi pandemi Covid-19.

Pandemi membuat banyak ritual keagamaan tidak bisa dilakukan seperti biasa, atau paling tidak diatur sedemikian rupa. Salah satunya prosesi penyembelihan hewan kurban. Juga pengemasan dan distribusi daging yang tidak bisa dilakukan seperti saat normal.

Masyarakat pun diimbau melakukan pemotongan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH). Imbauan itu sudah dilakukan oleh banyak pihak, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti. Maksimalkan RPH yang ada, ujarnya.

Namun, jumlah RPH yang ada di DIJ juga terbatas. Tidak mungkin semua hewan kurban yang ada bisa dipotong di RPH ini. Hal itu membuat kemungkinan masyarakat yang akan memotong hewan di lingkungan mereka sendiri juga tetap terjadi.

Menanggapi hal itu, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengakui, masyarakat memang diperbolehkan untuk memotong hewan kurban di lingkungannya. Namun ditekankan pemotongan sebisa mungkin harus dilakukan di tempat terbuka.

Selain itu, petugas yang bertanggung jawab pada hewan kurban juga harus digilir. Misalnya siapa yang menyembelih membersihkan isi perut, atau yang memotong dagingnya beda-beda jadwalnya.

Seharusnya daging juga diantar saja langsung ke rumah masyarakat yang memang berhak. Ini agar tidak ada kerumunan di lokasi pemotongan, jelasnya Senin (19/7) .

Lebih lanjut Aji juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah di masjid atau di tanah lapang. Saat ini, kasus penularan Covid-19 di DIJ masih tinggi, apalagi setelah dipastikannya keberadaan varian Delta.

Aji berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah saja di rumah. Bisa menggelar salat berjamaah di rumah masing-masing. Ibadah tak usah dilakukan secara berjamaah, tapi sendiri-sendiri di rumah-rumah. Kalau berjamaah, ya berjamaah satu rumah saja, terangnya. (kur/laz)

Artikel Asli