Kisah Manuver Iblis Agar Anaknya Tinggal di Tubuh Adam Hawa

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 15:16
Kisah Manuver Iblis Agar Anaknya Tinggal di Tubuh Adam Hawa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Iblis seakan tak pernah puas membuat Nabi Adam celaka (berbuat dosa). Setelah berhasil menipu Nabi Adam makan buah Khuldi, iblis juga berhasil mendorong agar Adam memakan tubuh anak Iblis bernama Khannas.

Kisah Adam dan Hawa makan anak Iblis ditulis Syekh Ibnu Hasan Bisry At Turjani dalam bukunya ' Hamba-Hamba Yang Selamat Dari Tipu Daya Musuhnya' dinukil dari kisah yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dalam Nawadir Al-Ushul , sebagian ulama menghukumnya lemah. Imam At Thabary juga menukilkan cerita ini. Berikut kisah selengkapnya.

: . - - : : : . : : - - : . : - - : : . : . . . : . :

Suatu masa, setelah Adam dan Hawa berkumpul kembali dan taubat mereka diterima Allah SWT, pada suatu hari Adam meninggalkan Hawa seorang diri karena suatu keperluan. Maka datanglah iblis bersama anaknya yang bernama Khannas kepada Hawa. Kepada Hawa Iblis berkata, "Aku harus pergi untuk melakukan sesuatu hal yang penting."

Si Iblis berkata kepada Allah, "Tolonglah jaga anakku hingga aku kembali nanti,' pinta Iblis.

Kemudian tanpa basa basi, Hawa menerima anak itu dan si Iblis pergi. Ketika Adam pulang, dia menanyakan perihal kejadian di rumah. "Dia adalah anak Iblis yang di titipkan kepadaku," jawab Hawa.

Mendengar penjelasan Hawa Nabi Adam berkata, "Mengapa engkau eudi menolongnya!" Adam menghardik Hawa.

Dengan sangat marah anak iblis itu dibunuhnya, dicincangnya dan setiap cincangan itu digantung di dahan. Setelah itu pergilah Adam.

Tidak lama kemudian Iblis datang lagi "Di mana anakku?" Iblis bertanya kepada Hawa. Hawa menerangkan segala sesuatu yang terjadi."

"Adam mencincang-cincang tubuh anakmu dan setiap potongan anakmu itu digantungkan di pada dahan pohon."

Lalu si Iblis menyeru anaknya. Potongan-potongan tubuh anaknya berkumpul dan dia pun hidup kembali. Kemudian berlari menyambut ayahnya."

"Jagalah dia," si Iblis mohon kepada Hawa. "Karena ada urusan lain yang harus aku lakukan," Kata iblis.

Mula-mula Hawa menolak tapi si Iblis bermohon sedemikian rupa gigihnya sehingga akhirnya Hawa menyerah. Setelah itu pergi si Iblis meninggalkan tempat itu.

Ketika Adam pulang terlihat olehnya anak Iblis itu lagi. "Apa artinya semua ini?" Tanya Adam kepada Hawa.

Lalu Hawa mengisahkan yang telah terjadi. Maka Adam memukuli Hawa habis-habisan. "Aku tak tahu apakah rahasia di balik semua ini" Adam menghardik, "Sehingga engkau tidak mematuhi aku tetapi mematuhi musuh Allah dan diperdaya oleh bujuknya."

Anak itu dibunuhnya dan mayatnya dibakar, kemudian sebagian abunya dibuangnya ke air. Sedangkan sebagian lainnya dibuangnya ke udara dan diterbangkan angin. Setelah itu Adam pergi.

Si Iblis datang pula menanyakan anaknya. Si Iblis berteriak memanggil anaknya. Abu-abu mayat anak yang dibakar tadi berkumpul, kemudian si anak hidup kembali dan bersimpuh di depan ayahnya.

Sekali lagi iblis memohon pertolongan tetapi ditolak oleh Hawa. "Pastilah aku bisa dibunuh Adam nanti," jawabnya.

Iblis lalu membujuk dengan berbagai sumpah sehingga akhirnya Hawa sekali lagi menyerah. Si Iblis pun pergi. Tidak lama kemudian kembali dihadapi didapatinya Hawa bersama anak itu lagi.

"Allah yang mengetahui apa yang bakal terjadi sekarang ini," Adam menghardik penuh amarah. "Engkau menuruti kata-katanya dan tak mempedulikan kata-kataku."

Kemudian Khannas disembelihnya dan dimasaknya. Separuh dari tubuh Khannas di makannya sendiri dan separuhnya lagi diberikan kepada Hawa. (Orang-orang mengatakan sesudah tindakan Adam yang terakhir ini Iblis masih dapat menghidupkan dan membawa Khannas berupa seekor domba).

Kemudian si Iblis datang pula menanyakan anaknya dan Hawa menceritakan apa yang terjadi. "Anakmu di masak Adam, separuh tubuhnya aku makan dan separuhnya lagi dimakan Adam."

"Inilah yang selama ini kuinginkan, "Si Iblis berseru kegirangan." Aku ingin menyusup ke dalam tubuh Adam. Kini setelah dadanya menjadi tempat kediamanku, tercapailah sudah keinginanku," seru Iblis.

Artikel Asli