Yogya Targetkan Hampir 45 Ribu Anak Tervaksinasi Covid-19

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 15:17
Yogya Targetkan Hampir 45 Ribu Anak Tervaksinasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai melaksanakan program vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-18 tahun. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, ditargetkan 44.999 ribu anak tervaksinasi.

Vaksinasi untuk kali ini akan digelar selama tiga hari hingga 15 Juli 2021 nanti. Kuota vaksinasi per harinya dibatasi hanya untuk 500 orang bagi yang sudah mendaftar melalui JSS.

Heroe menyebut, program vaksinasi terus digencarkan mengingat penyebaran Covid-19 yang terus melonjak khususnya di Kota Yogyakarta. Pelaksanaan vaksinasi kali ini merupakan mereka yang sudah mendaftar melalui Jogja Smart Service (JSS), terdiri dari usia 12-18 tahun dan beberapa ada yang usia di atas 18 tahun.

"Hari ini kami sudah mulai vaksinasi untuk pendaftaran melalui aplikasi JSS. Pesertanya untuk anak usia 12 tahun-18 tahun ada pelajar SD, SMP dan SMA, untuk hari ini ada sekitar 250 anak," kata Heroe saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Selasa (13/7).

Heroe menyebut, vaksinasi khusus untuk anak tidak hanya untuk penduduk Kota Yogyakarta. Namun, anak yang tidak berdomisili namun bersekolah di Kota Yogyakarta juga akan mendapatkan jatah vaksin.

Sekolah masing-masing yang akan mengkoordinasi anak untuk dapat mengikuti program vaksinasi. Sehingga, vaksinasi selanjutnya akan dimaksimalkan di sekolah-sekolah.

"Itu akan diakomodir di sekolah, pada pekan selanjutnya vaksinasi pelajar di sekolah-sekolah," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, ketersediaan vaksin di Kota Yogyakarta masih mencukupi. Saat ini, ketersediaan vaksin Covid-19 sebesar 43 ribu dosis.

Pelaksanaan vaksinasi sendiri saat ini masih terus berlanjut, tidak hanya vaksinasi untuk anak-anak. Dalam sehari, kata Emma, suntikan vaksin mencapai dua ribu dosis yang pelaksanaannya digelar di 18 fasilitas pelayanan kesehatan.

Untuk anak-anak, vaksin yang digunakan yakni Sinovac. Jika ketersediaan vaksin menipis, pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin ke pemerintah agar tidak terjadi kekosongan.

Setidaknya, pengajuan penambahan dosis vaksin ini akan dilakukan 10 hari sebelum stok vaksin habis. "Jumlah (43 ribu dosis) itu belum termasuk untuk kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan secara insidental. Tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan vaksin," kata Emma.
Artikel Asli