Arief Poyuono Menohok SBY, Politikus Demokrat Menyerang Balik, Keras!

wartaekonomi | Nasional | Published at 13/07/2021 14:53
Arief Poyuono Menohok SBY, Politikus Demokrat Menyerang Balik, Keras!

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyerang balik Arief Poyuono usai politikus Gerindra itu meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya tidak cerewet menanggapi langkah pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

"Pernyataan Arief Poyuono ini adalah kualitas pernyataan level buzerRp pelayan penguasa yang tanpa analisis, tanpa isi, dan tanpa etika," kata dia saat dihubungi, Senin (12/7).

Alumnus Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan itu mengatakan, pernyataan Arief Poyuono seakan mengabaikan fakta bahwa keluarga SBY dan Partai Demokrat selalu membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

"Banyak bantuan-bantuan sosial yang telah disalurkan, termasuk bantuan perlengkapan medis untuk membantu tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menghadapi masalah yang ada," ujar Kamhar.

Menurut eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, kritik yang dilakukan SBY dan keluarganya terhadap penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah, sangatlah wajar.

Sejak awal pandemi, kata dia, SBY telah mengingatkan pemerintah jangan gagal fokus dalam menyikapi persoalan yang ada.

Menurut Kamhar, krisis ekonomi dan kesehatan yang terjadi saat ini bermuara dari pandemi Covid-19. Jika pandemi ditangani dengan benar, akan terkendali dan tak akan terjadi lonjakan kasus positif COVID-19.

"Lonjakan yang sekarang terjadi karena pemerintah gagal mengidentifikasi dan menangani, mana asap mana api," dia.

Politikus Gerindra Arief Poyuono meminta SBY dan keluarga tidak cerewet menanggapi langkah pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.

Arief menilai rakyat kecil sudah bosan dengan celotehan SBY, anak-anaknya, dan menantunya.

" Keep calm remain seated . Pemerintahan Jokowi sedang bekerja keras untuk memulihkan keadaan. Tolong jangan cerewet, lakukan apa yang bisa kalian lakukan untuk rakyat saja. Jangan cuma bisa nggedabrus doang di medsos," kata Arief dalam keterangannya, Minggu (11/7).

Artikel Asli