Guru Minta Program Vaksinasi Pelajar Batang Dipercepat

ayosemarang | Nasional | Published at 13/07/2021 14:56
Guru Minta Program Vaksinasi Pelajar Batang Dipercepat

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tahun ajaran baru 2021/2022 yang sempat direncanakan resmi ditunda.

Hal ini dilaksanakan untuk menyikapi adanya lonjakan kasus Covid-19. Para pelajar pun harus merelakan kembali bergulat dengan pembelajaran sistem daring.

Menyikapi hal tersebut, Kepala SMKN 1 Warungasem Batang Catur Puji Raharjo, berharap adanya percepatan vaksinasi untuk kalangan pelajar SMP-SMA/K sederajat dapat masuk ke dalam sasaran Vaksinasi anak usia 12-17 tahun.

Setelah mendapatkan vaksin dimungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) ke depannya.

"Kami sangat-sangat mengharapkan supaya seluruh pelajar di Kabupaten Batang khususnya untuk segera mendapatkan vaksin. Ini upaya preventif terhindar dari penularan covid-19. Prokes yang ketat dari keluarga juga sangat kami harapkan," jelas Catur Puji Raharjo, Selasa 13 Juli 2021.

Dari pengamatannya, banyak murid-muridnya yang menghendaki adanya PTM meskipun dilaksanakan terbatas.

Para pelajar juga berharap vaksinasi pelajar bisa segera dilaksanakan. Sehingga bisa melaksanakan PTM meski terbatas.

"Meski begitu tetap, kedisiplinan masyarakat juga menjadi hal yang utama. Karena vaksin saja tidak cukup. Tetapi perlu dibarengi dengan pelaksanaan Prokes yang baik dan tepat dan dilaksanakan semua kalangan masyarakat," tegasnya.

Hal senada juga diamini Kepala SMPN 1 Batang, Achmad Suroso. Ia berharap pelajar dapat masuk program percepatan vaksinasi, karena sudah setahun penuh menggelar pembelajaran daring lantaran wilayah Kauman kerap masuk zona merah Covid-19.

"Kami berharap adanya percepatan vaksinasi pelajar seperti di beberapa daerah lainnya. Karena saat ini suasana kebatinan pelajar yang bisa dibilang sudah mulai bosan dan sangat merindukan PTM," ungkapnya.

Ia pun menyadari pandemi ini belum berakhir dan masih ada lonjakan kasus, mereka harus belajar daring.

"Meski begitu ada harapan bisa segera divaksin sehingga memungkinkan adanya PTM. Dan tentunya didukung kedisiplinan Prokes dari seluruh kalangan masyarakat," harapnya.

Artikel Asli