Eng-Ing-Eng, Sekarang Giliran BEM UGM Beraksi, Pak Jokowi, Bapak Harus...

wartaekonomi | Nasional | Published at 13/07/2021 14:48
Eng-Ing-Eng, Sekarang Giliran BEM UGM Beraksi, Pak Jokowi, Bapak Harus...

GenPI.co - Ketua BEM UGM Muhammad Farhan angkat suara terkait pemerintah yang berniat menjual vaksin covid-19.

"Jika memang dalihnya adalah mempercepat proses vaksinasi seharusnya yang dibentuk adalah lokasi-lokasi vaksinasi baru bukan malah memperjualbelikan vaksin di masa krisis," ujarnya kepada GenPI.co, Selasa (13/7).

"Vaksin gratis tetap dilakukan namun ada vaksin yang diperjualbelikan adalah itikad pemerintah melalui BUMN atau swasta yang tetap ingin mengambil uang dari masyarakatnya di masa pandemi," tandasnya.

"Tidak berakhlak ini namanya. Tugas pemerintah pastikan rakyatnya dapat hak paling dasar, yaitu hak hidup," ujarnya kepada GenPI.co, Selasa (13/7).

Menurutnya, hak tersebut termasuk memperoleh vaksin yang manjur. Dirinya juga mempertanyakan tanggung jawab pemerintah yang membuat rakyat membayar untuk vaksin covid-19.

"Situasi negeri sedang genting. Covid-19 sedang ganas-ganasnya, nyawa rakyat makin byk bergelimpangan karena oksigen langka," tuturnya.

Tidak hanya itu, menururnya, obat juga semakin mahal dan akses perawatan pasien positif covid-19 di rumah sakit sangat terbatas.

"Sejak pandemi ini, rakyat juga makin banyak yanvlg susah karena nganggur. Sekarang rakyat mau dibebani dengan mesti beli vaksin," katanya.

Padahal, menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah komitmen untuk menggratiskan vaksin untuk rakyat Indonesia.

"Mangapa kini malah dijual? Pemerintah harusnya fokus untuk tingkatkan penyebaran vaksin agar makin masif dan merata. Bukan lalu ada yang cari rente dengan jualan vaksin," tandasnya.(*)

Simak video menarik berikut:

Artikel Asli