Gunakan Heli Caracal, TNI Evakuasi Dua Jenazah Teroris Poso dari Jurang Kedalaman 50 Meter

inewsid | Nasional | Published at 13/07/2021 14:40
Gunakan Heli Caracal, TNI Evakuasi Dua Jenazah Teroris Poso dari Jurang Kedalaman 50 Meter

JAKARTA, iNews.id - Proses evakuasi jasad dua teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso memasuki hari ketiga, Selasa (13/7/2021). Proses evakuasi terkendala untuk bisa dibawa keluar dari lokasi Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Dua teroris, yakni Rukli dan Ahmad Panjang ditembak mati oleh Prajurit TNI Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) Tricakti di Camp Teroris MIT, Pegunungan Tokasa, Minggu (11/7/ 2021).

Wadansatgassus Koopsgabsus Tricakti Letkol Inf Romel J. Wardhana memimpin langsung proses evakuasi melibatkan alat angkut udara Helikopter Caracal TNI AU. Romel J. Wardana memantau langsung pengangkatan dua jenazah dari jurang pada kedalaman lebih dari 50 meter.

Lokasi jasad dua teroris MIT di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok. Puspen TNI).
Lokasi jasad dua teroris MIT Poso di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok. Puspen TNI).

Pilot Letkol PNB Imanuel Simarmata menyampaikan, sempitnya medan serta lebatnya hutan semakin menyulitkan manuver Heli Caracal mencari posisi aman untuk hover.

Faktor alam bervariasi dengan lembah yang dikelilingi vegetasi pohon rapat, lebatnya hutan dan lembah yang cukup terjal tertutup serta tebing sangat curam di sepanjang rute evakuasi turut menghambat proses evakuasi, ujar Imanuel.

Saat ini, kata dia upaya dilakukan dengan hoist crane dan basket stretcher serta terus menentukan titik final approach untuk mempercepat evakuasi.

Jajaran Koopsgabsus Tricakti bersama Prajurit TNI dan Polri di lokasi hingga Selasa pagi terus berupaya untuk mengevakuasi dua jenazah teroris MIT dari TKP, termasuk dibantu masyarakat yang tinggal di sekitar Pegunungan Tokasa, yang secara spontan sukarela untuk membantu proses evakuasi jenazah, katanya.

Dia berharap proses evakuasi bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan hari ini kedua jenazah tersebut dapat dievakuasi secara tuntas dan bisa segera diberangkatkan ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng untuk proses identifikasi dan autopsi, ucapnya.

Artikel Asli