Polda Jambi Selidiki Dugaan Korupsi Dalam Akuisisi Kebun Sawit PTPN VI

rm.id | Nasional | Published at 13/07/2021 14:15
Polda Jambi Selidiki Dugaan Korupsi Dalam Akuisisi Kebun Sawit PTPN VI

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi dalam akuisisi saham kebun kelapa sawit PT Mendahara Agrojaya Industri (MAJI) oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI.

"Secara umum prosesnya sedang dalam tahap penyelidikan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Sigit Dani Sutiyono dalam keterangannya, Kamis (8/7).

Dalam penyelidikan perkara dugaan pidana korupsi itu, sejumlah saksi terkait telah dimintai klarifikasi oleh pihak penyelidik. "Beberapa ahli terkait juga telah diminta keterangan," imbuhnya.

Lahan perkebunan sawit PT Mendahara Agrojaya Industri yang diakuisisi itu berlokasi di Desa Lagan Tengah, Desa Merbau, Desa Sungai Tawar, Kecamatan Geragai dan Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Berdasarkan data yang dihimpun, hal ini bermula ketika PT Mendahara Agrojaya Industri menjual sahamnya ke PTPN VI sebesar Rp 146 miliar. Namun yang dibayarkan PTPN VI hanya sebesar Rp 50 miliar.

Beberapa orang yang sudah dimintai keterangan terkait kasus ini. Di antaranya, Komisaris Utama PTPN VI periode 2012 berinisial MU, direksi PTPN VI di periode yang sama berinisial I, serta beberapa lainnya.

Mengutip situs resmi PTPN VI, perusahaan perkebunan PT Mendahara Agrojaya Industri adalah anak perusahaan yang diakuisisi PTPN VI pada tahun 2012.

Akuisisi perusahaan kebun kelapa sawit di lahan gambut tersebut berdasarkan persetujuan Menteri BUMN No. S540/MBU/2012 pada 4 Oktober 2012. Selain itu, sesuai surat nomor: 06/HGU-TJT/2012 tanggal 3 September 2012, PT Mendahara Agrojaya Industri mendapat Hak Guna Usaha (HGU) seluas 3.231 hektare. [OKT]

Artikel Asli