Penerapan PPKM Darurat Corona, Penyekatan di Pintu Masuk Kota Padang dan Perkantoran Nonesensial Wajib WFH

minangkabaunews.com | Nasional | Published at 13/07/2021 01:40
Penerapan PPKM Darurat Corona, Penyekatan di Pintu Masuk Kota Padang dan Perkantoran Nonesensial Wajib WFH

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG Berdasarkan Hasil Rapat Pemerintah Propinsi Sumatera Barat dan Rapat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Padang dan, Pemerintah Kota Padang menetapkan PPKM Darurat terhitung mulal tanggal 12 s/d 20 Jull 2021.

Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan mulai 13 Juli 2021 semua kendaraan yang akan masuk kota Padang akan di periksa.

Pos penyekatan sudah didirikan malam ini di semua perbatasan kota Padang seperti di Pelabuhan Bungus, Kayu Kalek Lubuk Buaya, Anak Aie By Pass, Lubuk Peraku Dan Padang- Pesisir Selatan. Masyarakat yang diperkenankan masuk Kota Padang dengan persyaratan, Menunjukan kartu vaksin (Minimal 1 kali vaksin pertama).

Kemudian menunjukan PCR H-2 atau Rapid Antigen H-1, Dikecualikan untuk Awak Kendaraan Logistik dan Transportasi Barang lainnya, ucapnya.

Hendri Septa juga mengatakan di setiap Pos pengamanan akan di jaga oleh TNI/POLRI serta ASN Kota Padang,

Selain penyekatan Pemko Padang juga meminta seluruh aktivitas perkantoran nonesensial ditutup atau melakukan work from home (WFH) 100 persen.

Wali kota Padang menambahkan dengan berat hati kita sampaikan kepada warga bahwa seluruh kegiatan perkantoran nonesensial diwajibkan melakukan work from home (WFH) atau kerja di rumah mulai besok.

Bekerja dari rumah diberlakukan di perkantoran pemerintahan dan swasta sektor nonesensial. Sementara itu, perkantoran sektor esensial, seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa dengan menerapkan 50 persen WFH
Sektor esensial tersebut mencakup perkantoran keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi, informasi dan komunikasi, perhotelan, nonpenanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Pelaksanaan kegiatan ibadah (Mesjid, Mushola, Surau, Gereja, Pura dan
Viham serta tempat ibadah lainnya) dapat dilaksanakan dengan ketentuan:
menerapkan protokol kesehatan yang ketat, membuat tanda pembatas
jarak minimal 1 Meter dan membawa perlengkapan shalat bagi umat
muslim dan juga pelaksanaan shalat ldul Adha hanya diperbolehkan di Mesjid dan disekitar perumahan/permukiman dengan menerapkan protokol kesehatan, khusus pelaksanaan Qurban, Panitia Qurban mengantarkan daging qurban kepada masyarakat yang menerima qurban untuk menghindari kerumunan.

Artikel Asli