Napi Lapas Curup Bengkulu Diserahkan ke Jaksa di Mataram

lombokpost | Nasional | Published at 13/07/2021 12:29
Napi Lapas Curup Bengkulu Diserahkan ke Jaksa di Mataram

MATARAM -Tersangka penipuan terhadap pengusaha di Gili Trawangan, Superi dan Haris Munandar dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), Senin (12/7). Pelimpahan tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti) sempat tersendat lantaran penyidik kesulitan membawa dua tersangka yang sedang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Curup, Bengkulu, ke NTB.

Sekarang kita sudah limpahkan tersangka dan barang bukti ke JPU, kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin.

Dengan pelimpahan tersebut, tugas penyidik telah selesai. Tinggal menunggu hasil persidangan. Sekarang sudah menjadi wewenang jaksa, kata dia.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena menipu seorang pengusaha di Gili Trawangan bernama Kadarwati. Korban merugi hingga Rp 994 juta.

Superi dan Haris merupakan napi di Lapas Curup. Kendati demikian, mereka tetap bisa berhubungan dengan Kadarwati. Mereka berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook. Foto profil yang digunakan Superi menggunakan seragam polisi. Dari situ, korban mau berkenalan, ujarnya.

Memanfaatkan kedekatan, Superi mengajak Kadarwati untuk menjalankan bisnis ternak ayam di Bengkulu. Kadarwati pun bersedia sebagai pemodal, lalu mengirimkan uang Rp 994 juta ke Superi. Superi dibantu Haris untuk menerima uang kiriman dari korban, terangnya.

Superi menggunakan uang tersebut untuk membuat kolam, taman, dan renovasi kamar tahanan. Juga digunakan untuk membeli lahan di Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu. Seluruh asetnya sudah ditelusuri, jelasnya.

Ekawana belum menentukan apakah kasus tersebut juga bakal dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau tidak. Kita tunggu hasil persidangannya dulu. Dasar untuk mengembangkan itu harus ada pidana asalnya, kata dia.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Mataram Heru Sandika Triyana membenarkan sudah dilakukan tahap dua terhadap kedua tersangka. Tadi sudah kita terima pelimpahan tersangka dan barang bukti, kata Heru.

Selanjutnya, JPU mengagendakan penyusunan dakwaan untuk proses pembuktian di persidangan. Setelah ini kita siapkan berkas dakwaan segera kita limpahkan ke pengadilan, ujarnya.

Saat ini, penahanan kedua tersangka dititipkan di Lapas Mataram. Pertimbangannya, mereka juga merupakan narapidana yang masih menjalani masa pidana lainnya. Selama proses penyidikan, dua tersangka itu tidak pernah ditahan. Karena memang sedang menjalani masa pidana, tutupnya. (arl/r1)

Artikel Asli