Mulai Turunkan Tim untuk Inventarisasi Lahan DAS Kali Lamong

jawapos | Nasional | Published at 13/07/2021 12:20
Mulai Turunkan Tim untuk Inventarisasi Lahan DAS Kali Lamong

JawaPos.com Appraisal harga untuk pembebasan lahan di daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong belum juga terlaksana hingga Juli ini. Saat ini tim pembebasan Kali Lamong baru sampai tahap inventarisasi lahan daerah aliran sungai (DAS) sebelum penentuan harga.

Perlu diketahui, pada tahun pertama ini, lahan yang harus dibebaskan Pemkab Gresik sekitar 5 hektare dari total 282,72 hektare. Namun, pembebasan tanah di dua desa itu, tampaknya, masih jauh dari kata cepat. Sebab, proses pembebasan masih amat panjang.

Kabid Pengadaan Lahan Dinas Pertanahan Pemkab Gresik Budi Raharjo menyatakan, saat ini BPN Kanwil Jatim telah melimpahkan tugas ke daerah. Dengan demikian, jelas dia, daerah sudah bisa bergerak.

Untuk progresnya, Budi menjelaskan bahwa tim A dan tim B mulai turun ke lapangan untuk inventarisasi DAS. Namun, karena adanya PPKM darurat, aktivitas pun sedikit terganggu.

Dalam tahap tersebut, tim A dan tim B akan menghitung, mengukur, hingga menentukan bangunan dan sempadan sungai. Setelah itu, akan dikeluarkan peta bidang lahan yang akan dikerjakan. Barulah, dari inventarisasi tersebut, harga lahan ditentukan melalui appra i sal harga. Jika sudah ada harga, lalu ada penawaran dari pemda dan setuju, baru bisa dilakukan pembayaran tanah, ucap Budi.

Meski mulai turun ke lapangan, Budi pun mengakui apabila progres inventarisasi tersebut tidak bisa cepat. Sebab, itu menyangkut aturan PPKM di mana instansi memberlakukan aturannya. Yang jelas, kami menyesuaikan sehingga kecepatan geraknya pun terbatas, imbuh Budi.

Pihaknya juga harus mengajak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk ikut terjun ke lapangan. BBWS akan menunjukkan sempadan sungai untuk meminimalkan kesalahan pembayaran ganti rugi.

Progres pembebasan lahan di Kali Lamong memang molor. Pemkab Gresik yang menargetkan April lalu mulai ada pekerjaan fisik pun mbleset . Bahkan, penentuan lokasi (penlok) yang digodok sejak lama baru ditandatangani bupati pada 25 Mei lalu. Dengan demikian, hingga kini progresnya baru sampai inventarisasi lahan.

Artikel Asli