Aksi Sosial ke Warga Isoman Mengalir dari Beragam Kalangan

jawapos | Nasional | Published at 13/07/2021 12:06
Aksi Sosial ke Warga Isoman Mengalir dari Beragam Kalangan

JawaPos .com Warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena positif Covid-19 mengeluhkan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah kota. Maka, ketika ada bantuan dari anggota DPRD Surabaya, mereka pun bungah. Misalnya, warga yang tinggal di Putat Jaya 6B. Sebanyak 14 orang yang terpapar Covid-19 sedang isoman sekitar dua pekan.

Senin (12/7), Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengunjungi warga Putat Jaya tersebut. Dia memberikan paket sembako dan obat-obatan bagi mereka.

Ini melengkapi apa yang dilakukan PKS beberapa waktu lalu. Kami sudah membantu 172 warga yang menjalani isoman. Ada pula 1.500 paket sembako yang diberikan bagi warga kurang mampu, kata politikus PKS itu.

Reni mengaku dalam beberapa hari terakhir banyak mendapat laporan dari warga yang sedang menjalani isoman, tapi belum dapat bantuan. Termasuk warga Putat Jaya Gang 6B itu. Secara ekonomi, 14 warga yang menjalani isoman tersebut tergolong tidak mampu. Saya melihat ini juga belum ada yang mengawasi dari pihak puskesmas. Jadi, mereka kalau butuh apa-apa ya terpaksa keluar rumah, kata Reni.

Ketua RT 2, RW 11, Putat Jaya, Bambang Sugito mengaku kecewa dengan pelaksanaan swab massal dari pemkot. Kegiatan tersebut sejatinya bagus. Tujuannya mencari tahu siapa saja yang terindikasi terpapar virus korona. Sayangnya, tidak ada tindak lanjut yang dilakukan ketika ada warga yang dinyatakan positif. Jadi, hanya swab . Setelah itu, tidak ada apa-apa, terang Bambang yang ditemui di depan gang. Dia juga sedang menjalani isoman.

Untungnya, warga kampungnya kompak. Ketika akses kampung ditutup, warga mau kooperatif. Para tetangga juga saling bantu dalam merawat warga lain yang terpapar Covid-19. Bambang berharap pemkot memberikan perhatian terhadap warga yang menjalani isoman.

Selain itu, waktu tunggu untuk uji usap di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) menjadi persoalan. Bambang mengaku hampir sepekan ini menunggu hasil uji swab -nya. Namun, tidak ada informasi lanjutan dari pihak labkesda. Saya belum tahu sudah negatif atau positif. Tapi, hasil rapid antigen masih positif pekan lalu. Ini menunggu swab enggak keluar-keluar, paparnya.

Dirpolairud Polda Jatim Bantu Nelayan

Banyak restoran, rumah makan, dan pedagang makanan yang tutup saat PPKM darurat. Penurunan konsumsi ikan berdampak pada pendapatan nelayan. Ditpolairud Polda Jatim memberikan bantuan untuk pencari ikan yang terdampak PPKM.

Aksi sosial digelar Senin (12/7). Ada belasan personel kepolisian yang dibagi menjadi lima kapal patroli. Mereka mendatangi setiap nelayan yang beraktivitas di tengah laut.

Polisi tidak hanya memberikan bantuan berupa bahan pokok. Mereka juga membagikan masker dan berpesan untuk selalu menjaga protokol kesehatan (prokes). Kami imbau nelayan untuk sementara waktu tidak mengangkut penumpang. Prokes harus tetap dijaga meskipun berada di tengah laut, jelas Dirpolairud Polda Jatim Kombespol Arnapi.

Menurut dia, kegiatan sosial bertema Bhayangkara untuk Negeri tersebut tidak saja digelar di laut. Polisi juga akan mendatangi kampung tangguh di kawasan pesisir. Bantuan berupa bahan pokok diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Artikel Asli