MMI Ajukan PKPU ke Pengadilan Niaga

ayosemarang | Nasional | Published at 13/07/2021 11:51
MMI Ajukan PKPU ke Pengadilan Niaga

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) akhirnya mengajukan pemohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat belum lama ini.

Suharsanto, MMI selaku Manajer Investasi telah meminta proposal restrukturisasi utang terbaik kepada perusahaan tersebut sejak akhir April 2021 setelah dinyatakan gagal melunasi utangnya.

"MMI merasa proposal restrukturisasi yang diajukan masih merugikan investor. Bahkan sampai dengan penyampaian proposal restrukturisasi keenam yang diajukan, revisi proposal restrukturisasi tersebut juga dirasa masih tetap merugikan investor," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa 13 Juli 2021.

Oleh karena itu, MMI merasa dengan diajukannya permohonan PKPU terhadap perusahaan tersebut dapat memberikan suatu penyelesaian yang tidak merugikan investor serta memberikan kepastian hukum.

Kami harap permohonan PKPU terhadap salah satu perusahaan itu dapat diterima Pengadilan Niaga, agar proses penyelesaian kewajiban mendapat kepastian hukum, imbuhnya.

Proses PKPU tersebut merupakan bentuk itikad baik dan upaya optimal yang dilakukan Mandiri Investasi, dalam memberikan perlindungan hak dan kepentingan investor Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investasi.

Menurut pengamat pasar modal Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment PT Reswara Gian Investa, manajemen yang baik adalah manajemen yang sudah bisa mengantisipasi kewajibannya jauh hari, sebelum surat utang tersebut jatuh tempo.

Kondisi gagal bayar surat utang sangat berdampak serius terhadap reputasi dan kepercayaan publik terhadap manajemen maupun perusahaan. Terlebih jika ternyata bisnis dan fundamental perusahaan masih baik dan berjalan normal.

Aneh jika manajemen mengaku fundamental dan operasional masih bagus, tapi tidak mampu memberikan skema terbaik dan optimal untuk membayar kewajibannya ke bondholder," katanya.

Artikel Asli