Program JKN-KIS Merupakan Tameng Dari Biaya Pengobatan Mahal

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/07/2021 11:34
Program JKN-KIS Merupakan Tameng Dari Biaya Pengobatan Mahal

Jakarta Selatan, Jamkesnews - Satria Ratu Alamsyah (20) adalah salah satu dari sekian banyak peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merasakan manfaat program pemerintah tersebut, pemuda asal Kelurahan Sukamaju, Depok ini sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2018 silam dengan jenis kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3. Satria apaan akrabnya, bersedia diwawancarai oleh tim Jamkesnews untuk bercerita seputar kisah perjalanannya sebagai peserta JKN-KIS.

"Pertama kali saya jadi peserta BPJS Kesehatan itu dapat info dari teman kuliah kalau kita sebagai orang Indonesia wajib ikut dalam Program JKN-KIS, selain wajib sebenarnya yang membutuhkan jaminan kesehatan itu adalah kita sendiri, bisa dibilang tameng kita kalau-kalau sakit atau butuh pelayanan kesehatan terutama yang biayanya mahal. Apalagi saya yang masih mahasiswa dan belum punya penghasilan," buka Satria pada hari Senin (10/05) di kediamannya.

Benar saja, tak perlu menunggu waktu lama sejak terdaftar, Satria mengatakan beberapa waktu kedepannya ia mengalami sakit gigi yang berawal karena terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi, karena sakit sudah tak tertahankan Satria akhirnya memilih untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftarnya, untuk pengalaman pertama berobat menggunakan Program JKN-KIS Satria mengaku sangat puas selama mendapatkan pelayanan sampai dengan selesai.

"Alhamdulillah selama menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat mulai dari FKTP sampai rumah sakit penanganan yang saya dapatkan sangat baik, gak kerasa ada pembedaan juga dari pihak rumah sakit antara pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan. Sebelumnya sempat dengar juga kalau pakai BPJS Kesehatan untukk berobat pelayanannya beda, tapi setelah saya buktikan sendiri ternyata bagus-bagus aja selama sesuai prosedur," lanjut Satria.

Tidak hanya sakit gigi yang membuat Satria menggunakan Program JKN-KIS untuk berobat, pada tahun 2020 lalu dirinya juga pernah harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Hasanah Graha Afiah (GHA).

"Jadi waktu itu jari saya terjepit saat mau nutup pintu rumah, karena terjadi luka dan pendarahannya banyak langsung saya larikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Hasanah Graha Afiah, setelah dilakukan pemeriksaan dengan Dokter Bedah Ortopedi jari saya yang luka disarankan untuk operasi kecil. Tentunya saya ikuti saran dokter supaya cepat sembuh, seusai operasi saya diberikan obat dan langsung boleh pulang tanpa membayar biaya apapun," terusnya.

Satria merasa sangat beruntung karena telah menjadi peserta JKN-KIS, menurutnya program ini memiliki manfaat besar dengan iuran yang terbilang cukup kecil. Dirinya mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk lebih peduli akan jaminan kesehatan dari pemerintah ini dan ikut menyukseskannya. Salah satu alasan Satria setia menjadi peserta JKN-KIS adalah karena tidak mau membebani biaya pengobatan yang mahal kepada orang tua dikala sakit, ia berharap program ini terus dapat memberikan kemudahan dan kebaikan kepada seluruh peserta.

Artikel Asli