MInta Vaksin Berbayar Dibatalkan, PAN: Vaksin Gratis Lebih Populis

jawapos | Nasional | Published at 13/07/2021 11:34
MInta Vaksin Berbayar Dibatalkan, PAN: Vaksin Gratis Lebih Populis

JawaPos.com Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyambut baik pemerintah yang menunda pelaksanaan vaksin Gotong Royong individual berbayar. Menurut Saleh, penundaan yang dilakukan itu artinya pemerintah mendengar aspirasi masyarakat. Apalagi, kegiatan ini sempat menyita perhatian dan tanggapan publik.

Saya tentu senang kegiatan ini ditunda. Dengan begitu, pemerintah bisa mengkalkulasi lagi untung rugi penerapan vaksin berbayar individual ini, ujar Saleh kepada wartawan, Selasa (13/7).

Lebih jauh dari itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR mengusulkan agar pemerintah membatalkan vaksin gotong royong individual berbayar ini. Tidak ada salahnya jika PMK 19/2021 direvisi dan dikembalikan kepada semangat awal vaksinasi, gratis. Dengan begitu, setiap anggota masyarakat memiliki akses yang sama dalam memperoleh vaksinasi.

Saya yakin masyarakat akan mendukung jika program itu tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan. Bagaimana pun juga, vaksinasi gratis pasti akan lebih populis dan mudah diterima daripada vaksinasi berbayar, tegasnya.

Namun demikian, Saleh mengaku tetap menyetujui vaksin Gotong Royong untuk para pekerja yang dibebankan kepada badan hukum, badan usaha, atau pengusaha.

Format seperti inilah sebetulnya yang dimaksud Gotong Royong. Ada pihak yang secara sadar dan sukarela membantu pemerintah dalam program vaksinasi nasional, ungkapnya.

Saleh juga mendesak pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi nasional. Sebagaimana target yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, akhir 2021 ini diharapkan sudah dilaksanakan vaksinasi sebanyak 70 persen jumlah penduduk. Itu setara dengan 181,5 juta orang. Jika dosis yang diberikan 2 kali, jumlah vaksin yang dibutuhkan adalah 363 juta dosis.

Ini harus segera dikejar. Sebab, suntikan ketiga sudah menanti. Terutama bagi para tenaga kesehatan yang berdiri di barisan terdepan, pungkasnya.

Artikel Asli