Ungkap Ribuan Nakes Gugur karena Covid-19, Wapres: Bahaya Luar Biasa

jawapos | Nasional | Published at 13/07/2021 11:25
Ungkap Ribuan Nakes Gugur karena Covid-19, Wapres: Bahaya Luar Biasa

JawaPos.com Wakil Presiden Maruf Amin secara khusus mengundang sejumlah tokoh Islam pada Senin (12/7). Dalam pertemuan tersebut Wapres meminta kerja sama dari para tokoh agama Islam untuk ikut mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Khususnya menjelang perayaan Idul Adha pada 20 Juli mendatang.

Tingkat bahayanya (Covid-19, Red) sudah luar biasa. Korbannya sudah banyak. RS sekarang sudah tidak menampung, kekurangan oksigen, katanya. Maruf menyampaikan tingkat kasus kematian karena Covid-19 di Indonesia bahkan pernah tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Dia menjelaskan korban meningkat akibat Covid-19 tidak hanya masyarakat umum. Tetapi juga ada ribuan tenaga kesehatan yang sudah gugur karena tertular Covid-19. Merujuk data per 6 Juli lalu ada 405 orang dokter yang meninggal. Untuk jadi dokter tidak mudah. Bukan setahun dua tahun, jelasnya.

Kemudian ada 399 orang perawat, 166 bidan, 43 dokter gigi, dan 32 ahli laboratorium yang meninggal karena Covid-19. Tidak hanya itu, ada lebih dari 541 ulama laki-laki maupun perempuan yang meninggal dalam suasana Covid-19. Sama seperti dokter, Maruf mengatakan untuk mencetak ulama tidak gampang. Dia menegaskan bahaya Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi atau dibuat-buat.

Untuk itu, Maruf sebagai Wakil Presiden sekaligus sesama ulama, berharap para tokoh agama Islam untuk mengajak masyarakat mengikuti ajakan pemerintah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Termasuk nanti tidak menggelar salat Idul Adha secara berjamaah di masjid maupun luar masih untuk daerah yang memberlakukan kebijakan PPKM darurat. Menurutnya aturan yang dibuat pemerintah tidak hanya merujuk pada undang-undang. Tetapi juga klop dengan ajaran agama.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi berharap gerakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang ada di masyarakat dapat berperan dalam membantu warga terdampak pandemi Covid-19.
Di samping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil, katanya. Sehingga masyarakat kecil bisa tetap memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya belinya.

Dia menjelaskan pemerintah memiliki program stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial. Namun program ini bisa diperkuat dengan partisipasi masyarakat melalui dana ziswaf. Zainut mengatakan dalam kondisi apapun, kesadaran berinfak atau sedekah tetap harus ditumbuhkan. Sebagai cerminan semangat Islam yang membawa rahmat untuk seluruh alam. Apalagi potensi zakat secara nasional mencapai Rp 233 triliun per tahun. Dari potensi tersebut, realisasi penghimpunan baru sekitar Rp 10 triliun.

Keterlibatan masyarakat dalam membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 terus bermunculan. Seperti yang dilakukan oleh Tanoto Foundation dengan menyalurkan bantuan 500 ton oksigen cair. Bantuan oksigen ini akan didistribusikan ke rumah sakit, khususnya di Jawa dan Bali.

Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan mengatakan pada tahap pertama bantuan oksigen tersebut didistribusikan ke tiga provinsi. Yaitu ke Provinsi DKI Jakarta sebanyak 48 ton, Provinsi Jawa Barat sejumlah 46 ton, dan DI Jogjakarta dipatok enam ton. Oksigen ini merupakan produksi PT Riau Andalan Pulp and Paper yang merupakan mitra dari Tanoto Foundation, tuturnya.

Direktur Komunikasi Tanoto Foundation Haviez Gautama mengatakan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia membutuhkan pasokan oksigen yang mencukupi. Kami melihat ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19 di rumah sakit sangatlah penting, jelasnya.

Haviez mengungkapkan mereka mendapatkan arahan langsung dan mandar dari keluarga Tanoto yang terpanggil untuk ikut tanggap dan bergerak dengan cepat membantu pasokan oksigen. Dia berharap pasokan oksigen cair sebanyak 500 ton tersebut dapat membantu proses penyembuhan banyak pasien.

Artikel Asli