Jatim Butuh 4.569 Perawat, Rekrutmen Relawan Sepi

jawapos | Nasional | Published at 13/07/2021 11:11
Jatim Butuh 4.569 Perawat, Rekrutmen Relawan Sepi

JawaPos.com Sejak pandemi virus korona terjadi, begitu banyak tenaga medis yang berguguran saat menjalankan tugas mulianya. Bukan hanya dokter. Begitu banyak pula perawat yang meninggal dunia.

Selama periode JanuariJuli 2021, sebanyak 87 perawat gugur saat bertugas menangani pasien Covid-19 di Jatim. Kasus tertinggi terjadi selama Juli. Sebanyak 35 orang perawat meninggal dalam 12 hari.

Jika ditotal, selama pandemi, sebanyak 150 perawat di Jatim rela mengorbankan nyawa. Bukan hanya itu, saat ini, sekitar 30 persen perawat tengah terpapar Covid-19. Sebagian sedang dirawat, sebagian lagi menjalani isolasi mandiri.

Situasi itu pula yang membuat kebutuhan perawat makin tinggi. Dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, saat ini Jatim membutuhkan tambahan 4.569 perawat. Rekrutmen relawan perawat pun dilangsungkan.

Hanya saja, usaha tersebut begitu sulit. Hingga kemarin, rekrutmen perawat sangat sepi peminat. Satu rumah sakit (RS) membuka lowongan 50 perawat, tapi yang daftar hanya enam orang, ujar Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim Nursalam kemarin.

Tingginya risiko perawat mengakibatkan banyak lowongan relawan perawat yang bertugas untuk penanganan pasien Covid-19 tak diminati. Banyak rumah sakit yang kesulitan mencari perawat tambahan.

Kondisi itu, kata Nursalam, cukup wajar. Di saat kondisi pandemi yang sedang gawat, sejauh ini perlindungan kepada para perawat yang bekerja di garda depan belum maksimal.

Misalnya, soal vaksinasi. Banyak mahasiswa akhir pendidikan perawat yang belum menerima vaksinasi. Kondisi itu jelas berisiko jika mereka mendaftarkan diri menjadi relawan. Di lapangan, tak jarang, para relawan perawat juga tak mendapatkan jaminan kemudahaan fasilitas ketika positif Covid-19, katanya.

PPNI Jatim berharap ada perlindungan lebih dari pemerintah agar keselamatan para tenaga kesehatan, terutama perawat, terjamin selama bertugas. Dia juga berharap intensif bagi para perawat yang bekerja harus jelas.

Artikel Asli