Pasien Isolasi Mandiri Bakal Dapat Obat Gratis, Ini Syaratnya

ayosemarang | Nasional | Published at 13/07/2021 11:11
Pasien Isolasi Mandiri Bakal Dapat Obat Gratis, Ini Syaratnya

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Presiden Joko Widodo akan membagikan paket obat-obatan gratis bagi pasien Covid-19 yang kurang mampu mulai pekan depan,

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, syarat mendapatkan obat tersebut adalah dengan menunjukkan hasil tes swab PCR.

"Minggu depan mudah-mudahan sudah lebih baik," ujar Menko Luhut dalam rakor virtual dikutip dari Suara.com, Minggu 11 Juli 2021.

Saran saya nanti 2.200 dokter yang direkrut dan dikoordinasi oleh Pak Tugas (Kapuskes TNI) dipimpin Panglima TNI, bisa atur semua flow (alur) ini, imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan agar paket obat tersebut dipastikan terlebih dahulu dengan organisasi profesi dokter.

"Kita perlu finalisasi lagi terkait paketnya karena belum sinkron dengan organisasi profesi dokter. Jangan sampai terjadi resistensi terkait paket obat ini, tegasnya.

Terkait sasaran penerima paket obat tersebut, difokuskan untuk pasien Covid-19 sedang isolasi mandiri yang berasal dari masyarakat ekonomi rendah.

Penyaluran obat akan dilakukan oleh Kimia Farma berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan PKM terkait pasien positif berdasarkan data New All Records (NAR) dan triase gejala pasien.

"Berikutnya, Babinsa (Bintara Pembina Desa) akan mengantarkan obat dan edukasi pasien," ujar Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto.

Selain tenaga kesehatan, pihak TNI juga akan turut andil dalam praktik di lapangan juga untuk mengedukasi masyarakat dalam penggunaan obat juga tata cara isolasi mandiri yang benar.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyusun mekanisme pencatatan, penyaluran, dan sosialisasi obat-obatan tersebut.

Untuk kecamatan dan desa kami tentu akan terus berkoordinasi dengan dokter dan bidan desa untuk mengedukasi pasien, dan Babinsa juga nanti akan membantu, ujarnya.

Artikel Asli