Kenaikan Kasus Dampak Kegiatan 2-4 Minggu Yang Lalu

radarjogja | Nasional | Published at 13/07/2021 11:04
Kenaikan Kasus Dampak Kegiatan 2-4 Minggu Yang Lalu

RADAR JOGJA Selama sembilan hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo masih tinggi. . Gugus tugas setempat mengklaim dampak dari kebijakan tersebut baru bisa dilihat dua pekan setelah penerapan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mencatat, raihan kasus konfirmasi positif cukup tinggi pada Minggu (11/7) sebanyak 417 kasus. Jumlah tersebut merupakan kasus komulatif daru hasil tracing gugus tugas dengan menggunakan metode Swab PCR sebanyak 155 kasus dan Rapid Antigen 262 kasus.

Sementara pada Senin (12/7) ada penambahan sebanyak 243 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi positif di Kulonprogo kini berjumlah 11.563 kasus. Dari jumlah tersebut, 364 kasus diantaranya isolasi di rumah sakit, 4.381 kasus isolasi mandiri, 6.091 kasus selesai isolasi, 537 kasus sembuh dan 190 kasus meninggal.

Cukup tingginya kasus penularan Covid-19 tersebut, jelas Baning, karena merupakan dampak penularan dua hingga empat minggu sebelumnya. Dimana dalam jangka waktu tersebut merupakan masa inkubasi virus. Situasi saat ini adalah akibat 2-4 minggu sebelumnya. Karena masa inkubasi (virus) antara 2-14 hari, ungkap Baning.

Disingung tentang dampak dari penerapan PPKM Darurat terhadap penularan virus. Ia menyebut bahwa untuk saat ini dampak dari kebijakan tersebut belum nampak, dan baru bisa dilihat setelah dua pekan kebijakan berlaku.

Hal tersebut, juga merujuk dari masa inkubasi virus yang periodenya sekitar empat belas hari. Untuk itu, Baning menghimbau agar masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan. Dampak dari intervensi (PPKM Darurat) adalah setelah dua minggu kemudian. Jadi bisa dilihat dampaknya 2-4 minggu setelahnya, terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kulonprogo ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan upaya pencegahan virus Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus konfirmasi di Kulonprogo tidak terus bertambah.

Menurutnya masyarakat harus patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. Harapannya, dengan masyarakat yang patuh terhadap upaya pencegahan virus. Kasus covid-19 di Kulonprogo bisa ditekan, ujarnya. (inu/pra)

Artikel Asli