DPR : Dengarkan Informasi Soal Covid dari Sumber Terpercaya

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 11:02
DPR : Dengarkan Informasi Soal Covid dari Sumber Terpercaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, merespons kabar penangkapan dokter Lois Owien oleh pihak kepolisian. Berkaca dari peristiwa tersebut, ia mengimbau agar masyarakat mendengarkan informasi soal covid-19 dari sumber yang terpercaya dan terakreditasi.

"Masyarakat kita itu harusnya mendengarkan dari sumber-sumber yang memang terpercaya dan terakreditasi, baik itu kelembagaan maupun pribadi," kata Melki kepada wartawan, Selasa (13/7).

Menurutnya, sebagai sebuah wacana seseorang berhak menyampaikan berpendapat. Namun demikian, jika informasi yang disampaikan oleh sumber yang tidak terpecaya dan terakreditasi maka informasi tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

"Dokter Lois ini juga bukan yang pertama kan, udah berkali-kali orang mengatakan perspektif tentang Covid-19 tetap rujukannya kan dari pemerintah, Kemenkes, dari Komisi 9, kan komisi 9 sering memberikan pencerahan," ungkapnya.

Melki juga mengimbau agar masyarakat mendengar informasi seputar Covid-19 dari sejumlah pihak yang terpercaya seperti BNPB, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), atau ketua perawat dan apoteker."Jadi dari institusi atau individu yang terpercaya atau terakreditasi gitu," ucapnya.

Melki menuturkan, terkait perbedaan perspektif soal Covid-19 di kalangan dokter agar ditempatkan pada forum ilmiah. Sementara itu terkait dampak sosial dari pernyataan dokter Lois ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Masyarakat kita kadang-kadang hal semacam ini juga dijadikan sensasi, dibikin jadi ramai jadi isu politik gitu-gitulah, saya kira kita masyarakat kita ikut saja yang sumber-sumber terpercaya sementara yang menyangkut dampak dari komentar dokter Lois yang ada dampak sosial yang lain kan itu urusan pemerintah aparat hukumlah," ungkapnya.

Artikel Asli