Bikin Geram! Bos PT ASA Bohongi BPOM untuk Timbun Obat Covid-19 Azithromycin

ayosemarang | Nasional | Published at 13/07/2021 10:56
Bikin Geram! Bos PT ASA Bohongi BPOM untuk Timbun Obat Covid-19 Azithromycin

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM Aksi bos PT ASA di Kalideres, Jakarta Barat membuat geram sejumlah kalangan. PT ASA diketahui menimbun obatan-obatan Covid-19 Azithromycin dan kemudian berhasil dibongkar jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

Dari proses pemeriksaan lanjutan, polisi menemukan fakta baru terkait dugaan penimbunan obat yang dilakukan PT ASA di Kalideres, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan, perusahaan sempat mencoba membohongi Badan POM.

Adanya surat dari BPOM tanggal 7 Juli 2021 yang untuk melaksanakan zoom meeting untuk menanyakan apakah ada stok jenis obat Azithromycin 500mg. Tapi disampaikan oleh yang bersangkutan (PT ASA) bahwa stok itu belum ada, tutur Ady lewat keteterangan tertulis yang dikutip Suara.com, jaringan Ayosemarang, Selasa 13 Juli 2021.

Di samping itu dugaan penimbunan yang dilakukan perusahaan apotek ini juga semakin kuat. Berdasarkan pengakuan dari salah satu apoteker ada perintah untuk tidak menjual Azithromycin.

Diketahui, Azithromycin merupakan salah satu obat yang bisa digunakan untuk pemulihan pasien Covid-19.

Salah satu apoteker yang menjelaskan bahwa jenis obat Azithromycin 500mg, ada percakapan dari pemilik PT ya, dari pemilik PT itu untuk tidak dijual dulu artinya ada indikasi untuk ditimbun, jelas Ady.

Seperti pemberian sebelumnya Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat menggerebek sebuah gudang yang diduga dipergunakan untuk menimbun obat-obatan Covid-19, Senin kemarin.

Gudang yang digerebek itu berlokasi di Jalan Peta Barat, tepatnya Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat.

Terindikasi kami melihat beberapa fakta yang kami temukan dari hasil penyelidikan ada indikasi penimbunan, ujar Ady kepada wartawan, Senin 12 Juli 2021.

Dari gudang tersebut ditemukan sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti tersebut di antaranya; Azithromycin 500 mg sebanyak 730 box, Paracetamol dan lain-lain.

Kami melihat di sini bahwa fakta-fakta yang ditemukan di lapangan ada upaya-upaya untuk menaikan harga dari harga eceran tertinggi, ujar Ady.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka ialah YP (58) selaku direktur, MA (32) sebagai apoteker, dan E (47) yang merupakan kepala gudang.

Artikel Asli