Covid-19 Menggila, Ucapan Mas Anies Bikin Dengkul Gemetaran: Ulama Satu Demi Satu Dipanggil...

wartaekonomi | Nasional | Published at 13/07/2021 10:10
Covid-19 Menggila, Ucapan Mas Anies Bikin Dengkul Gemetaran: Ulama Satu Demi Satu Dipanggil...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa tidak sedikit ulama yang meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan saat acara Doa Bersama mengenang almarhum KH Abdur Rasyid Abdullah Syafi'i dan Kiai Ahmad Lutfi Fathullah, yang wafat pada, Sabtu (10/7).

Diketahui, Abdurrasyid Abdullah Syafii merupakan pendiri dan pengasuh pertama Perguruan as-Syafi'iyah Jakarta.

"Sesungguhnya, tanpa perlu kita ungkapkan, kita semua sadar, tanpa kita katakan kita semua tahu, dua pribadi yang malam ini kita doakan adalah dua pribadi mulia. Yang kehadirannya selama mereka berkiprah di Jakarta, di Indonesia, telah memberi makna yang luar biasa, kata Anies.

Adapun, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para ulama serta tokoh agama untuk sama-sama berjuang untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

"Pertama atas nama pemerintah, kedua atas nama sahabat daripada para ulama, saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya," katanya, dalam pertemuan virtual bersama para ulama dan tokoh agama Islam di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Senin (12/7).

Dalam pertemuan tersebut, Wapres juga menyebut kalau bahaya Covid-19 kian mengancam. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya korban yang berjatuhan termasuk dari kalangan paramedis dan ulama.

Paparnya, tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 per 6 Juli 2021 sudah lebih dari 1.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 405 tenaga dokter, 399 orang perawat, 166 bidan, 43 dokter gigi, 32 ahli tenaga laboratorium, 9 apoteker dan 6 petugas rekam radiologi.

Kemudian, terdapat lebih dari 541 ulama meninggal dunia karena Covid-19 dengan rincian 451 laki-laki dan 90 perempuan.

"Untuk jadi dokter itu tidak mudah, bukan satu atau dua tahun, tapi sekarang banyak jadi korban. Ini juga kehilangan besar. Mencetak ulama itu tidak gampang, tidak mudah juga," ujarnya lagi.

Sementara itu, ia menyesalkan jika saat ini masih ada masyarakat yang abai akan protokol kesehatan.

"Dari laporan Satgas (Covid-19) bahwa di antara yang menyebabkan tingginya (kasus Covid-19), antara lain kurang patuhnya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, kurang patuhnya menggunakan masker, dan kurang patuhnya menaati jaga jarak," jelasnya.

Karena itu, ia mengatakan bahwa tugas ulama saat ini adalah melindungi masyarakat dengan cara mengimbau untuk mematuhi peraturan pemerintah.

"Kita ajak masyarakat untuk mematuhi, mengikuti ajakan pemerintah, termasuk juga saya minta nanti sesuai dengan ketentuan, jangan melakukan kerumunan termasuk salah satunya yaitu melakukan shalat Idul Adha baik di masjid maupun di luar masjid, sampai keadaan nanti sudah memungkinkan lagi" ujarnya.

"Termasuk informasi bahwasanya Covid-19 adalah konspirasi, padahal ini nyata. Oleh karena itu, saya menamakan era ini (sebagai) istibah yang artinya terserupakan, sehingga orang bisa keliru, bisa salah menerima kalau tidak teliti, tidak tabayyun ," tukasnya.

Artikel Asli