Mobilitas Masih Tinggi, Khawatir PPKM Darurat Diperpanjang

radarjogja | Nasional | Published at 13/07/2021 09:58
Mobilitas Masih Tinggi, Khawatir PPKM Darurat Diperpanjang

RADAR JOGJA Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kulonprogo ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Sehingga harapannya kebijakan tersebut tidak diperpanjang.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan, salah satu hal yang menurutnya harus dievaluasi adalah tingkat mobilitas masyarakat. Pasalnya jumlah penurunan aktifitas masyarakat hanya 15,2 persen, angka tersebut masih jauh dari target pemerintah pusat melalui Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) sebesar 30 persen.

Fajar menyatakan, masih tingginya mobilitas tersebut harus menjadi evaluasi bersama. Sehingga harapannya tingkat penularan virus Covid-19 tidak meningkat dan PPKM Darurat di Kulonprogo tidak diperpanjang. Apabila hingga 20 Juli kasus penularan juga masih tinggi saya khawatir PPKM akan diperpanjang, ucap Fajar, Senin (12/7).

Terkait dengan upaya mengurangi mobilitas masyarakat, Fajar mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Kulonprogo untuk melakukan pembatasan akses jalan. Beberapa akses jalan dan model lalu lintas pun dirubah guna meminimalisir mobilitas masyarakat.

Adapun ruas jalan yang dilakukan pengalihan diantaranya Jalan Sutijab dan Brigjen Katamso. Dua jalan tersebut ditutup mulai pukul 16.00 hingga 20.00.

Lebih dari itu, Wakil Bupati Kulonprogo ini juga telah berkoordinasi dengan personil satuan tugas(satgas) Covid-19 Kulonprogo yang terdiri dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang aturan PPKM Darurat. Operasi pun gencar dilakukan untuk menindak masyarakat yang masih melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Dia pun berharap agar masyarakat bisa memahami situasi dan kondisi saat ini. Yakni dengan patuh terhadap segala aturan yang berlaku selama PPKM Darurat. Sebab, berbagai upaya yang dilakukan oleh pihaknya bukan berarti melarang masyarakat untuk beraktifitas. Namun lebih kepada membatasi kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.Tujuan kami adalah ingin semua masyarakat juga sadar untuk meningkatkan kewaspadaannya tentang bahaya Covid-19, terang Fajar.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kulonprogo Sumiran mengatakan, pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan yang berlaku selama pembatasan. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya turut dibantu petugas gabungan TNI-POLRI hingga unsur pemerintahan. Pihaknya pun tak segan memberi teguran kepada masyarakat yang terbukti melakukan pelanggaran.

Tercatat hingga Sabtu (10/9), pihaknya telah memberi teguran sebanyak 173 kali. Dari jumlah tersebut 135 teguran diantaranya diberikan kepada pemilik cafe dan warung makan.Selama PPKM Darurat ini kami dibantu oleh petugas gabungan seperti TNI Polri dan Dinas Perhubungan Kulonprogo kepada seluruh lapisan masyarakat, ujar Sumiran. (inu/pra)

Artikel Asli