Pendaftar PPPK Wajib Tahu Info Ini

lombokpost | Nasional | Published at 13/07/2021 09:42
Pendaftar PPPK Wajib Tahu Info Ini

MATARAM -Pemerintah telah membuka jadwal pendaftaran formasi CPNS dan PPPK guru, 30 Juni hingga 21 Juli.

Kami sudah berkoordinasi dengan tim di Kemendikbud, terutama tentang juklak dan juknis yang belum kami terima, terang Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Syamsul Buhari, Senin (12/7).

Alasannya, pihak BKD NTB cukup kewalahan apabila ada calon pelamar, yang bertanya lebih jauh tentang formasi PPPK guru. Mereka bilang sudah ada (juklak dan juknis, Red), tinggal resmi rilis, soalnya masih dicek kembali redaksinya, ujar dia.

PPPK guru cukup menyita banyak perhatian. Lantaran kuotanya mencapai ribuan formasi. Di NTB, kuota untuk instansi di tingkat pemerintah provinsi 4.442 formasi. Rinciannya, guru SLB 219, SMA 1.973, dan SMK 2.250 formasi.

Mereka yang bisa mendaftar adalah, Tenaga Honorer Kategori II (THK II), guru non ASN maupun swasta yang terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik). Kemudian lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pelamar harus berusia minimal 20 tahun dan maksimal 59 tahun, saat melakukan pendaftaran. Selanjutnya, memiliki sertifikat pendidik dan atau kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana atau diploma empat.

Untuk seleksi PPPK guru, pemerintah telah membaginya dalam tiga tahap, yakni tahap pertama itu Agustus, tahap kedua Oktober dan tahap ketiga, nanti berlangsung di Desember, tegas Syamsul.

Kemendikbud Ristek telah menetapkan kebijakan, seleksi PPPK guru tahap pertama, hanya untuk guru honorer di sekolah negeri dan K2. Ketentuannya, jika ada formasi di sekolah masing-masing berarti anda harus melamar di instansi atau sekolah masing-masing.

Jika tidak ada formasi di sekolah tempat bertugas itu, berarti boleh melamar di sekolah lain. Ketentuan berikutnya, bila di sekolah ada formasi, tetapi kualifikasi tidak sesuai contoh guru SD, tetapi ijazah tidak linier, bahasa Inggris atau lainnya maka mendaftar di formasi yang sesuai kualifikasi pendidikannya.

Contoh Pak Andi honorer di SD A, tetapi memiliki ijazah IPA, maka Pak Andi tidak boleh mendaftar di SD A tetapi ikut di formasi SMP yang membuka formasi ijazah IPA, terangnya.

Kemudian, jika ada tiga guru honorer di sebuah sekolah sebut saja SD A, sementara yang tersedia hanya satu formasi, maka tiga guru tersebut harus mendaftar di SD A itu. Mereka tidak bisa mendaftar di SD lain. satu peserta akan mengisi kekosongan formasi, sedangkan dua yang tidak lolos masih bisa ikut tes PPPK guru tahap kedua dan ketiga, terangnya.

Terpisah, Kepala BKD NTB Muhammad Nasir mengingatkan, selama pendaftaran CPNS maupun PPPK guru pelamar harus memiliki KTP. Surat keterangan domisili tak diterima. Kita minta, segera urus itu, Termasuk ijazah dan NIK sangat penting, berpengaruh luar biasa jadi harus disiapkan semuanya, jelasnya. (yun/r9)

Artikel Asli