Parlemen Afghanistan: Selidiki Jatuhnya Daerah ke Taliban

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 09:33
Parlemen Afghanistan: Selidiki Jatuhnya Daerah ke Taliban

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Anggota parlemen Afghanistan pada Senin (13/7) mengungkapkan keprihatinan yang serius atas jatuhnya distrik ke tangan Taliban di tengah maraknya kekerasan di seluruh negeri.

Anggota Parlemen Wolesi Jirga (majelis rendah) menuntut pemerintah memastikan perdamaian dan keamanan penduduk dan menyelidiki faktor-faktor di balik dugaan penyerahan beberapa pos pemeriksaan dan posisi keamanan kepada Taliban tanpa perlawanan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan pada Senin mengatakan bahwa pihaknya membunuh 271 gerilyawan Taliban dan melukai 162 lainnya dalam 24 jam terakhir di berbagai provinsi selama operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung di medan perang. Di sisi lain, Taliban mengklaim mereka merebut distrik baru, Kohmard, di provinsi Bamiyan.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu juga menolak laporan tentang milisi Taliban menikahi gadis-gadis muda dan janda dengan paksa dan menegakkan aturan ketat di daerah-daerah yang menjadi milik mereka. Pernyataan palsu, dokumen, ancaman dan surat lainnya baru-baru ini beredar di media sosial dan bahkan secara fisik disebarkan di beberapa daerah, kata pernyataan itu.

Demikian pula video palsu yang menunjukkan aktivitas milisi ISIS/Daesh juga dianggap sebagai tindakan baru-baru ini yang dilakukan oleh Mujahidin Imarah Islam,kata kelompok tersebut. Sementara itu, sedikitnya tiga warga sipil tewas dan enam lainnya terluka dalam ledakan ranjau darat di provinsi Helmand selatan yang bergolak di negara itu pada Senin.

Menurut pemerintah provinsi, insiden itu terjadi di ibu kota provinsi Lashkargah ketika sebuah mobil yang membawa sebuah keluarga, termasukperempuan dan anak-anak, menabrak ranjau darat. Menurut Komite Palang Merah Internasional sebanyak 750.000 orang terancam oleh keberadaan ranjau dan sisa-sisa perang yang belum meledak, dan lebih dari 29.500 orang yang kehilangan anggota tubuh akibat ranjau darat atau sisa-sisa perang lainnya sedang menjalani perawatan.

Sejak Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana keluar dari Afghanistan pada Mei, Taliban telah merebut lebih dari 150 distrik di negara yang lelah dengan peperangan.

Artikel Asli