Lagi-lagi Vaksin Johnson & Johnson Diselidiki Karena Diduga Sebabkan Sindrom

riau24.com | Nasional | Published at 13/07/2021 08:58
Lagi-lagi Vaksin Johnson & Johnson Diselidiki Karena Diduga Sebabkan Sindrom

RIAU24.COM-Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menambahkan label peringatan pada vaksin Johnson & Johnson Covid-19 menyusul 100 laporan kasus sindrom Guillain-Barr pada penerima vaksin.95 dari 100 orang yang mengalaminya memerlukan rawat inap, dan satu orang lainnya meninggal.zxc1Sindrom Guillain-Barr merusak sel-sel saraf dan dapat menyebabkan kelemahan otot.Dalam kasus lainnya dapat menyebabkan kelumpuhan."Sebagian besar telah dilaporkan sekitar dua minggu setelah vaksinasi dan sebagian besar pada laki-laki, banyak berusia 50 tahun ke atas," kata FDA.Peringatan itu hanya berlaku untuk vaksin Johnson & Johnson, bukan untuk vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech atau Moderna.Johnson & Johnson mengatakan dalam sebuahpernyataanbahwa perusahaan telah melakukan kontak dengan FDA.zxc2Pada bulan April, pemberian suntikan Johnson & Johnson dihentikan untuk menyelidiki pembekuan darah yangdialami masyarakatsetelah vaksin.

Artikel Asli