Ajak Ulama Lawan Hoaks Corona Kiai Ma’ruf Ingatkan Kisah Istri Nabi Dituduh Berzina

rm.id | Nasional | Published at 13/07/2021 07:45
Ajak Ulama Lawan Hoaks Corona Kiai Ma’ruf Ingatkan Kisah Istri Nabi Dituduh Berzina

Wakil Presiden, Kiai MAruf Amin turun gunung merangkul ulama untuk bersama-sama membantu negara dalam upaya perang melawan Corona. Salah satunya, ulama diminta ikut membersihkan ruang publik dari hoaks seputar Corona.

Kemarin, Kiai Maruf melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama dari berbagai organisasi Islam. Pertemuan itu diberi tajuk Peningkatan Peran Ulama dan Tokoh Agama Islam dalam Mendukung Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.

Pertemuan itu digelar secara offline dan online . Sejumlah ulama yang hadir langsung di Istana Wapres, Jakarta Pusat, yakni Ketua Umum MUI Miftachul Ahyar, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zein Umar bin Smith, Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Ketua MUI Jeje Zainuddin dan Ketua MUI Asrorun Niam.

Sementara Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hadir secara virtual. Begitupun dengan sejumlah kepala daerah, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Bupati Pati Haryanto.

Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al Musawa, Ketua Dewan Pertimbangan PP Al Washliyah K.H. Yusnar dan Wakil Ketua Umum PP PERSIS (Persatuan Islam) K.H. Jeje Zainudin juga hadir virtual. Sementara dari tokoh Muhammadiyah, ada Amirsyah Tambunan yang juga menjabat sebagai Sekjen MUI.

Wapres tampil dengan setelan serba putih, dari jas, sarung, hingga maskernya. Hanya peci yang hitam. Mantan Ketua Umum MUI ini mengajak para ulama bersama-sama dengan pemerintah memerangi isu-isu hoax yang beredar terkait Corona.

Termasuk informasi bahwasannya Covid-19 adalah konspirasi, padahal ini nyata, kata Wapres.

Wapres mengatakan, saat ini adalah zamannya banjir informasi. Kabar bohong, fitnah, adu domba dan berita yang benar bercampur baur. Sehingga ia menyebut zaman ini sebagai istibah yang artinya terserupakan. Sehingga banyak orang bisa keliru dan salah dalam menerima informasi jika tidak teliti dan tabayyun.

Makanya dinamakan ini era post truth . Di mana kebenaran tersamarkan dengan kebohongan, kebohongan tersamarkan, tuturnya.

Maruf lalu mengingatkan fitnah yang pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad. Yaitu ketika istrinya, yakni Aisyah dituduh berzina. Untung saja saat itu, lanjut Wapres, Allah menyelesaikan dengan wahyu.

Tapi, sekarang tidak ada wahyu. Wahyu sudah putus, sudah nggak ada. Karena itu di sinilah peran ulama, peran kiai membimbing masyarakat untuk menunjukkan mereka untuk tidak serta merta menerima setiap informasi melainkan harus ditabayyun dulu, dicek dan ricek, diteliti dulu, imbuh eks Rais Aam PBNU ini.

Menurut Maruf, perang melawan Corona bukan cuma tugas kenegaraan, tapi juga tugas keagamaan. Peran ulama, cukup strategis dalam menjaga umat, khususnya jelang perayaan Idul Adha 1442 H di tengah PPKM Darurat. Jangan melakukan kerumunan termasuk salah satunya yaitu melakukan shalat Idul Adha baik di masjid maupun di luar masjid, sampai keadaan nanti sudah memungkinkan lagi, imbaunya.

Sebab, virus asal Wuhan, China itu telah menelan banyak korban jiwa. Termasuk dari kalangan paramedis dan ulama. [SAR]

Artikel Asli