Jumlah Kerugian Mencapai Rp 122 Juta

radarjogja | Nasional | Published at 13/07/2021 07:42
Jumlah Kerugian Mencapai Rp 122 Juta

RADAR JOGJA Kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran sudah seharusnya ditingkatkan. Sebab, hingga pertengahan 2021 ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya sudah ada puluhan kejadian kebakaran di Kulonprogo. Penyebab kebakaran mayoritas karena kelalaian manusia.

Staf Data Kebakaran BPBD Kulonprogo Nur Uswatun Khasanah menyampaikan, selama periode Januari hingga Juni 2021 pihaknya mencatat sudah ada sebanyak lima belas kejadian kebakaran yang terjadi di wilayah Kulonprogo. Penyebab kejadian pun macam-macam, namun mayoritas disebabkan karena kelalaian manusia berupa meninggalkan rumah dengan tungku menyala dan konsleting listrik.

Lanjut Nur, catatan bencana kebakaran paling banyak terjadi di bulan Juni dengan 5 kejadian, kemudian disusul bulan Mei sebanyak 3 kejadian, Maret 2 kejadian, Februari 1 kejadian, dan Januari 4 empat kejadian. Kemudian dampak paling parah dari kejadian kebakaran di Kulonprogo yakni rumah/bangunan habis dilalap api.

Hingga Juni 2021 ini, kami mencatat ada 15 kebakaran. Banyak kebakaran disebabkan karena arus listrik dan meninggalkan rumah dengan kompor atau tungku menyala, ujar Nur saat dikonfirmasi Radar Jogja, kemarin (12/7).

Sementara untuk jumlah kerugian, Nur mencatat total kerugian secara materi akibat kebakaran di Kulonprogo telah mencapai Rp 122 juta. Jumlah kerugian terbesar ada di kebakaran salah satu rumah warga di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap dengan total kerugian mencapai Rp 60 juta. Serta kejadian kebakaran rumah di Kapanewon Kokap dengan kerugian Rp 40 juta.

Terkait dengan cukup banyaknya kejadian kebakaran di Kulonprogo, Nur meminta agar masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan. Diantaranya dengan tidak meninggalkan rumah dengan keadaan sumber api menyala dan menggunakan perangkat kelistrikan yang sesuai standar. Harapannya, dengan kewaspadaan yang ditingkatkan dampak kebakaran bisa diminimalisir, terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo mengimbau agar masyarakat mulai bersiap terhadap potensi bencana kekeringan. Terlebih seiring dengan terus berkurangnya intensitas hujan ketika musim kemarau seperti saat ini.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa wilayah seperti kapanwon Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap serta beberapa wilayah di Pengasih dan Lendah. Merupakan daerah rawan bencana kekeringan di kabupaten Kulonprogo.

Terkait dengan upaya antisipasinya, Edi mengaku telah menyiapkan upaya untuk menanggulangi masalah kekeringan di wilayah langganan tersebut. Yakni dengan menyiapkan armada dropping air, berupa satu armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dari BPBD, serta dua armada bantuan dari Dinas Sosial dan PMI Kulonprogo.

Untuk penyalurannya nanti kami akan mengikuti permintaan dari masyarakat. Apabila ada laporan maka akan kami segera lakukan dropping air, ujar Edi. (inu/bah)

Artikel Asli