Jangan Cuma Disimpan Di Rumah Yuk, Yang Punya Oksigen Pinjemin Buat Yang Butuh

rm.id | Nasional | Published at 13/07/2021 07:05
Jangan Cuma Disimpan Di Rumah Yuk, Yang Punya Oksigen Pinjemin Buat Yang Butuh

Melonjaknya kasus Covid-19 membuat masyarakat panik. Gara-gara itu, banyak yang membeli oksigen dan menyimpannya di rumah untuk berjaga-jaga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, masalah kelangkaan oksigen bukan hanya terjadi di rumah sakit, juga pada mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Dalam situasi tersebut, dia mengapresiasi gerakan sedekah oksigen yang diinisiasi masyarakat.

Untuk mereka yang kebetulan oksigennya belum terpakai, kalau ada tetangganya yang membutuhkan, ulurkan tangan untuk menyumbangkan atau meminjamkan oksigen yang ada di rumah, imbau Muhadjir, kemarin.

Menurut dia, cara itu cukup efektif, mengingat pemerintah saat ini masih mengupayakan pemenuhan kebutuhan oksigen. Terutama untuk rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 dan tempat-tempat isolasi kolektif.

Muhadjir mengingatkan, rumah sakit atau pihak yang bertanggung jawab harus lebih dahulu memastikan mereka yang dirujuk melakukan isoman benar-benar pasien yang memiliki gejala ringan atau OTG (Orang Tanpa Gejala). Serta tidak memiliki kemungkinan eskalasi dari penyakit yang diderita.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah ini meminta masyarakat tetap membangun optimisme dengan meyakini, pandemi pasti akan berakhir.

Namanya pandemi itu pasti akan berakhir. Tidak ada istilahnya pandemi itu sampai kiamat, tidak ada. Apalagi kaitannya dengan Corona, ucap Muhadjir.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menjelaskan, Covid-19 merupakan generasi kesekian dari virus Corona. Sebelumnya, flu Spanyol yang diakibatkan nenek moyang virus Corona juga pernah melanda Indonesia, terutama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 1918. Tercatat, 25 persen penduduk Madura meninggal.

Kendati demikian, Muhadjir tak menafikkan Covid-19 memang sangat menjebak. Sampai saat ini, tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi secara pasti perilaku dari Covid-19 yang kini telah bermutasi menjadi beberapa varian tersebut.

Bukan hanya Pemerintah Indonesia, Pemerintah Singapura juga ikut membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Mulai dari isotank, liquid oxygen (oksigen cair) dan oksigen konsentrator yang dapat dipergunakan di rumah sakit.

Rinciannya, 756 oksigen silinder, 600 oksigen konsentrator, dan 220 ventilator. Indonesia memesan 10 ribu unit oksigen penetrator, dan sudah 30 unit yang datang. Muhadjir pun mengucapkan terima kasih atas bantuan Singapura.

Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan yakinlah karena Indonesia ini negara baik suka menolong saat negara-negara tetangga membutuhkan, pasti akan banyak yang menolong saat mendapatkan kesusahan, kata Muhadjir.

Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyatakan, bantuan yang diberikan Negeri Singa itu bagian dari wujud kolaborasi antara dua negara sahabat.

Karena itu bentuknya portabel jadi bisa dipakai untuk rumah sakit di daerah. Untuk yang 5 liter atau 10 liter bisa dipakai untuk 3 atau 6 pasien, terang Suryo. [DIR]

Artikel Asli