Pemerintah Janji Tak Impor Beras PKB Catat Dengan Huruf Tebal

rm.id | Nasional | Published at 13/07/2021 07:10
Pemerintah Janji Tak Impor Beras PKB Catat Dengan Huruf Tebal

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap menagih janji pemerintah ihwal tidak akan impor beras, setidaknya satu tahun ke depan. Partai pimpinan Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut, janji ini cukup melegakan para petani.

Iya, ini kita catat dengan huruf tebal, ujar Ketua DPP PKB, Daniel Johan, kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Daniel menjelaskan, kondisi pandemi seperti ini membuat semua lini terdampak. Termasuk di sektor pertanian. Wakil Ketua Komisi IV ini menceritakan, para petani sempat kelimpungan mendengar kabar wacana pemerintah mau impor beras pada Maret lalu. Padahal, April akan panen raya.

Nah, jika pemerintah sudah berjanji tidak akan impor, setidaknya hingga tahun depan. Tentunya para petani jauh lebih tenang dalam bekerja. Jika sudah berjanji, katanya, tentu langkah selanjutnya adalah konsistensi.

Kami minta hal ini dijalankan secara konsisten dan dipegang komitmennya. Kami siap menagih janji, tegasnya.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) ini mengatakan, banyak cara selain impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Simpelnya, beli saja beras dari petani sebanyak-banyaknya. Efeknya, akan terjadi peningkatan produktifitas.

Apalagi, kata Daniel, pemerintah sedang menggalakkan program food estate . Program yang dipimpin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu salah satunya adalah soal kedaulatan pangan. Buat apa program food estate , kalau ujung-ujungnya impor beras? sindirnya.

Peningkatan produksi dalam negeri sebagai solusi pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menurutnya sangat rasional. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi peningkatan produksi padi tahun ini sebesar 4,86 juta hektar, setara kenaikan 26,56 persen dari tahun 2020.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjanji tidak akan impor beras dalam waktu dekat. Asumsinya, stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.

Kita pastikan, tidak ada impor. Ketersediaan stok di Bulog cukup dan bisa menampung untuk 12 bulan ke depan, katanya, beberapa waktu lalu.

Lutfi memaparkan, keputusan tersebut dilandasi oleh prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang melansir, bahwa hasil panen pada 2021 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, yakni 33 juta ton. Selain itu, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 1,39 juta ton.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyebut stok beras nasional aman. Mentan berkelakar, wacana impor beras itu bukan datang dari pemerintah. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu pun menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako.

Kalau pun itu ada, pasti Menteri Pertanian tahu. Jadi jangan membuat petani resah, katanya, usai rapat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Makassar, Kamis (8/7).

Hingga saat ini, lanjut Syahrul, Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup, baik pada pengendalian langsung Bulog, penggilingan, maupun pada penanganan pemerintah daerah. [BSH]

Artikel Asli