Produksi Ikan Lancar Aktivitas Di Pelabuhan Perikanan Sesuai Prokes

rm.id | Nasional | Published at 13/07/2021 07:15
Produksi Ikan Lancar Aktivitas Di Pelabuhan Perikanan Sesuai Prokes

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim produksi perikanan tangkap di pelabuhan perikanan menunjukkan tren positif di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

KKP memastikan, aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, demi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dari sektor kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini mengatakan, pelabuhan perikanan menjadi titik penting untuk menunjang sektor pangan.

Menurut Zaini, produk perikanan menjadi salah satu bahan pangan berprotein tinggi untuk menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh masyarakat.

Kami terus mengimbau seluruh pelabuhan perikanan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tidak hanya pelaku usaha dan nelayan, juga untuk menjaga higienitas produk perikanan hasil tangkapan, ujar Zaini dalam keterangan resminya, kemarin.

Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Bagus Oktori Sutrisno mengungkapkan, pelabuhan perikanan di Ibu Kota menunjukkan tren peningkatan produksi perikanan tangkap. Pada semester I-2021, total produksi mencapai 85.943 ton atau senilai Rp 1,782 triliun.

Di sini, kapal perikanan skala industri mendominasi dengan ikan tangkapan untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Produk unggulannya, antara lain cumi-cumi, ikan tuna, ikan layang dan ikan cakalang, ungkap Bagus.

Sementara, produksi perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, Jawa Timur, juga menunjukkan geliat perekonomian terus berjalan.

Ikan dominan yang didaratkan adalah ikan kurisi, kuniran, kapas-kapas, kakap merah, kerapu, manyung, swanggi dan cumi-cumi. Per hari, jumlah kapal yang melakukan pembongkaran ikan sebanyak 50 unit dengan rata-rata 100-150 ton ikan didaratkan.

Kepala PPN Brondong, Ibrahim, mengatakan, pada semester I tahun 2021 total produksinya mencapai 24.334 ton atau senilai Rp 437,17 miliar.

Kapal perikanan yang beroperasi di PPN Brondong didominasi ukuran 10-30 GT (Gross Tonnage), meski tak sedikit pula kapal nelayan berukuran kurang dari 10 GT, ujar Ibrahim. [KPJ]

Artikel Asli