Masyarakat Diminta Lebih Disiplin

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/07/2021 06:49
Masyarakat Diminta Lebih Disiplin

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat untuk memperhatikan angka kasus Covid-19 yang meningkat tajam, bahkan sampai 14.619 kasus pada Senin (12/7), untuk dijadikan pelajaran agar lebih berdispilin dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Karena harus terus diingat, betapapun cepat dan baiknya, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas dan kebijakan, semua tidak ada artinya kalau masyarakat tidak disiplin, tidak melaksanakan prokes. Jadi kuncinya di hulu di kita semua masyarakat," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin.
14.619 kasus hari ini, kata Riza, disebabkan tingkat tes Covid-19 di Jakarta yang merupakan tertinggi, bahkan hingga 20 kali dari standar yang ditentukan oleh organiasi kesehatan dunia (WHO).
"Ini sebagai cara untuk meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment), sekalipun memang cukup berat bagi kami untuk terus meningkatkan berbagai fasilitas mulai rumah sakit, ICU, oksigen, obat-obatan, vitamin, dan terutama tenaga kesehatan yang tidak mudah, tidak bisa disulap begitu saja, karena harus memiliki kompetensi dan persyaratan khusus melalui proses yang tidak mudah namun tetap kami laksanakan," ucapnya.
Selain itu, yang harus diperhatikan, adalah data okupansi tempat tidur rumah sakit baik rawat ataupun perawatan intensif (ICU) yang masing-masing sudah terisi 92 persen dan 95 persen.
"Ini angka yang tinggi sekali dalam satu setengah tahun, karenanya kami minta kerjasamanya jangan sampai terjadi penularan yang disebabkan kita lalai, abai, dan menganggap enteng hingga lupa menjalankan protokol kesehatan," tutur Riza.
Seiring dengan peningkatan tinggi kasus Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali untuk periode 3-20 Juli 2021 dengan Jakarta termasuk di dalamnya.
Semua unit kegiatan diminta untuk tidak melakukan kegiatan operasi, terkecuali bagi sektor esensial dan sektor kritikal, itupun dengan ketentuan pembatasan yang ketat.

Tes PCR
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 42.702 spesimen.
"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 32.751 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 13.133 positif dan 19.618 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 6.172 orang dites, dengan hasil 978 positif dan 5.194 negatif," ujar Dwi.
Menurut Dwi, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 14 persen dari 13.133 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 1.438 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun dan 422 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun. Sedangkan, 10.036 kasus adalah usia 19 - 59 tahun dan 1.237 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.
"Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 191.245 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 441.705 per sejuta penduduk," terangnya.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 7.475 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 88.610 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 662.442 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 564.437 dengan tingkat kesembuhan 85,2 persen, dan total 9.395 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen. jon/S-2

Artikel Asli