Hakikat Qurban dalam Islam

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 05:05
Hakikat Qurban dalam Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arsyad Arifi , Ketua PCIM Yaman

Ibadah kurban merupakan ritus tradisi umat Islam. Disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, kini kurban telah membudaya dan memiliki corak tersendiri di berbagai komunitas umat Islam. Karenanya kurban memiliki hakekat yang sangat dalam dan wajib diketahui oleh seorang muslim.

1. Definisi

2. Etimologis

3. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam bukunya Pengembangan HPT (II): Tuntunan Idain dan Qurban menyatakan bahwasannya Kurban secara etimogis berasal dari kata - (qaraba-yaqrubu-qurbanan) yang artinya mendekat.[1]

4.Dalam kitab fiqih klasik kurban disebuat dengan (udhiyah). Imam Khatib Syirbini dalam Mughni al-Muhtaj mengatakan bahwasanya berasal dari kata yang berarti. Kurban dinamakan demikian karena waktu awal pelaksanaannya dilaksanakan pada waktu dhuha.[2]

5. Terminologis

Imam Khatib Syirbini mendefinisikan kurban sebagai:

[3]

Artinya:

Segala yang disembelih dari hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (yang dimulai) pada hari ied sampai akhir hari tasyrik. (Mughni/6/122)

Definisi inilah yang dikutip Dr. Wahbah Zuhaily dalam al-fiqh al-Islamy wa Adillatuhu dan menjadi definisi kurban menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah,

[4]

Artinya :

Menyembelih hewan khusus dengan niat bertaqarrub kepada Allah SWT di waktu khusus atau segala yang disembelih dari hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah pada hari nahr. (al-Fiqh/3/594)

Artikel Asli