RSUD Tarakan Kekurangan Dokter Tangani Pasien

republika | Nasional | Published at 13/07/2021 04:16
RSUD Tarakan Kekurangan Dokter Tangani Pasien

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama RSUD Tarakan Dian Ekowati mengakui kekurangan dokter untuk menangani pasien. Kondisi ini terlihat dari keterisian tempat tidur ( bed occupancy rate )yaang sudah melebihi kapasitas.

"Yang kami harapkan adalah ketersediaan dari SDM-nya. Untuk RS lapangan ini, dokter-dokter relawannya kami masih membutuhkan sekitar lima orang lagi untuk operasional," kata Dian di RSUD Tarakan Jakarta Pusat, Senin (12/7).

Dian menjelaskan sejak Juni RSUD Tarakan telah meningkatkan kapasitas untuk pasien Covid-19 dengan penambahan sampai 250 tempat tidur. Namun, jumlah pasien yang dirawat bisa mencapai300-400 orang sehingga banyak yang masih tertahan di IGD.

Karena itu, RSUD Tarakan pun memasang dua tenda darurat di SDN 02 Cideng, Jakarta Pusat. Tenda tersebut difungsikan sebagai RS Lapangan guna menampung pasien rawat inap Covid-19.

Selain keterisian tempat tidur yang melebihi kapasitas, Dian juga memaparkan pihaknya masih kekurangan tabung oksigen untuk memberikan suplai kepada para pasien. Setidaknya masih dibutuhkan 50 tabung oksigen untuk membantu kelancaran pasokan kepada pasien Covid-19. Penyediaan tabung pun ini nantinya akan difasilitasi oleh Kejati DKI Jakarta.

"Kami masih membutuhkan sekitar 50 tabung lagi agar suplai aman. Alhamdulillah Bapak Kejari sudah mendukung kami untuk membantu penyediaan tabung oksigen," jelas Dian. Menurutnya saat ini RSUD Tarakan memiliki tiga distributor yang menyediakan pengisian tabung oksigen yakni di Pulogadung, Cikarang, dan Karawang.

Artikel Asli