Loading...
Loading…
Wakil Ketua MPR Soroti Ancaman Covid-19 Terhadap Anak-anak

Wakil Ketua MPR Soroti Ancaman Covid-19 Terhadap Anak-anak

Nasional | jawapos | Rabu, 07 Juli 2021 - 19:29

JawaPos.com Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat harus menjadi agenda prioritas bersama. Pasalnya penularan Covid-19 tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga terhadap anak-anak yang merupakan masa depan bangsa.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap paparan Covid-19 dengan risiko yang sama tingginya dengan orang dewasa, kondisi ini harus menjadi perhatian setiap keluarga dan kita bersama, kata Lestari saat membuka diskusi daring bertema Upaya Menyelamatkan Anak Indonesia dari Pandemi yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 di Jakarta, Rabu (7/7).

Menurut Lestari, selama lebih dari satu setengah tahun ini diakui anak-anak kita kehilangan kehidupan bermain mereka yang ceria. Karena waktu mereka bersama teman-temannya menjadi berkurang lantara karena harus tetap tinggal di rumah bersama keluarga.

Namun, menurut Majelis Tinggi Partai NasDem yang biasa disapa Rerie ini, dengan semakin ganasnya varian Covid-19 saat ini upaya untuk membuka interaksi sosial anak di luar rumah harus dipertimbangkan lagi secara matang.

Saat ini, ujar Rerie, sejumlah negara sudah ada yang memilih untuk melonggarkan protokol kesehatan di area publik. Di negara lainnya, ada yang tetap mewajibkan protokol kesehatan ketat untuk menghindari ledakan kasus, akibat varian baru Covid-19.

Sejumlah pilihan-pilihan kebijakan dari berbagai negara itu harus menjadi pembelajaran bagi kita dalam menghadapi gelombang baru sebaran Covid-19 di tanah air, ujarnya.

Apalagi, tegasnya, paparan Covid-19 saat ini juga menjangkau anak-anak. Saat ini, ujar Rerie, kita masih berada di tengah ujian dalam menghadapi ledakan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah.

Mari kita memperkuat disiplin kita dan keluarga dalam menerapkan protokol kesehatan, agar anak-anak kita terlindungi dari paparan Covid-19, tegasnya.

Merespons hal itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Bambang Supriyanto mengungkapkan, pada awalnya anak-anak tidak menjadi perhatian, tetapi karena kasusnya terus meningkat sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.

Sebab, Menurut Bambang, berbicara ancaman Covid-19 terhadap anak tidak bisa melulu berdasarkan pertimbangan angka-angka, tetapi harus dilihat dari potensi yang hilang dari generasi penerus bangsa, bila terjadi kematian anak-anak.

Bambang juga menyarankan, agar dilakukan penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mengantisipasi peningkatan paparan Covid-19 terhadap anak-anak. Karena, kesiapan PTM harus datang dari semua pihak tidak hanya kesiapan dari pemerintah saja.

Hal senada pun disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti. Menurutnya anak-anak yang terpapar Covid-19 sebagian besar karena terciptanya klaster keluarga. Karena itu, ia berharap, jika nanti dalam pelaksanaan PTM harus dilibatkan secara aktif dinas kesehatan di daerah terkait, untuk memastikan keamanan anak-anak dari sisi kesehatan dalam proses belajar.

Tetap orang tua, harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menjalankan disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam keseharian, ujarnya.

Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat

Baca Juga: BPOM Sudah Keluarkan Izin Dua Obat Perawatan Covid-19

Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi saat ini disebabkan masih tingginya mobilitas masyarakat dan sebagian lainnya abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Karena itu, Nadia mengingatkan, agar masyarakat mewaspadai titik lengah, seperti antara lain saat makan bersama di rumah makan dan pertemuan keluarga, di fase-fase ini anak-anak rawan sekali terpapar Covid-19.

Sosialisasi bahwa vaksinasi Covid-19 terhadap anak itu penting. Namun, lebih penting lagi setelah divaksin anak-anak juga dibiasakan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian, ujarnya.

Diketahui, dalam diskusi yang dimoderatori Anggiasari Puji Aryatie (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Koordinator Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah) itu, hadir juga Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development UNAIR/ Ketua PUSAT Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR) sebagai narasumber.

Selain itu juga menghadirkan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama (Guru Besar Fak. Kedokteran UI), Dieny Tjokrosuprihatono (Dewan Pakar DPP Partai NasDem) dan Ahmad Arif (Jurnalis Kompas), sebagai penanggap.

Original Source

Topik Menarik