Sesalkan Respons Lambat, Pasien Isoman di Bandung Masih Beli Obat-obatan Covid-19 Sendiri

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:40
Sesalkan Respons Lambat, Pasien Isoman di Bandung Masih Beli Obat-obatan Covid-19 Sendiri

LIMAPAGI - Warga Kota Bandung yang terpapar Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah keluhkan pelayanan publik pada tingkat tapak atau unit paling dasar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Sejumlah aparat kewilayah yang berwenang mulai dari tingat rukun tetangga (RT) dan Puskesmas dinilai lamban menerima keluhan para pasien isoman tersebut.

Seperti yang dikeluhkan Amanda Mahardika (31), yang terpapar Covid-19 pada awal Juli 2021. Warga Kecamatan Sukasari ini telah melaporkan kondisi dirinya dengan keluarganya kepada Ketua RT.

Tetapi hingga kini, dirinya mengaku, tidak ada tindak lanjutan penanganan atas laporan tersebut. Bahkan, Ia juga mengaku membeli untuk obat-obatan sendiri.

"RT aku non-respon soalnya masih awam. Aku lapor ke Puskesmas Sarijadi juga slow respon. Sampai sekarang membeli obat-obatan sendiri," ucap Amanda dihubungi Limapagi, Rabu 7 Juli 2021.

Hal serupa juga dikeluhkan warga Kota Bandung lainnya yang enggan disebutkan namanya, setelah salah satu keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19 dan melaporkan kepihak RT dan Puskesmas.

"Dari pihak RT ada tanggapan, nah kata pihak Puskesmas nanti akan dikirim obat serta untuk keluarga yang sehat dan kontak erat akan di tes Covid-19. Tapi ditunggu sampai lima hari tidak pernah ada datang," katanya.

Akibatnya, kata dia, dirinya yang sehat dan ikut melakukan isolasi mandiri memilih untuk keluar rumah untuk bekerja karena membutuhkan biaya untuk hidup.

"Sampai sekarang, Alhamdulillah tidak terpapar, tapi ya bingung saja katanya kalau kontak erat harus dites tapi enggak jelas juga. Obat juga enggak ada untuk yang terpapar," ucapnya.

Artikel Asli