Pemkot Bandung Pastikan Tabung Oksigen Terdistribusi Baik ke RS

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:24
Pemkot Bandung Pastikan Tabung Oksigen Terdistribusi Baik ke RS

JawaPos.com Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memastikan stok tabung oksigen aman dan bisa terdistribusi dengan baik ke sejumlah rumah sakit yang menangani pasienCovid-19.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, distribusi tabung oksigen untuk kebutuhan medis akhir-akhir ini memang mengalami kendala. Namun kini dia memastikan semua rumah sakit yang menjadi mitra distributor tabung oksigen telah terdata lengkap.

Sudah lengkap semuanya, bisa berjalan normal, stoknya aman dan cukup, kata Oded seperti dilansir dari Antara saat meninjau salah satu distributor tabung oksigen di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/7).

Menurut Oded, biasanya distribusi tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit dilakukan setiap tiga hari sekali. Namun karena kasus Covid-19 yang meningkat, stok tabung oksigen yang telah didistribusikan hanya cukup untuk setengah hari saja.

Wali Kota memastikan saat ini pasokan oksigen akan lebih optimal ke 29 rumah sakit yang menangani Covid-19 di Kota Bandung. Selain itu, di Kota Bandung sendiri ada empat distributor tabung oksigen sehingga setiap distributor itu saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen untuk kebutuhan medis di rumah sakit.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menjelaskan, alokasi tabung oksigen dari setiap distributor kini diharuskan 100 persen untuk kebutuhan medis. Sebelumnya alokasi tabung oksigen hanya sebesar 90 persen untuk rumah sakit.

Dulu 10 persen untuk industri, sekarang sudah full (untuk medis), terang Ema.

Manajer PT Aneka Gas Industri Samator Grup Chandra Subekti mengatakan, dalam satu hari pihaknya memproduksi 1.100 tabung oksigen jenis 6 meter kubik. Kendala kurangnya stok tabung oksigen yang terjadi pada beberapa pekan terakhir adalah karena permintaan yang meningkat drastis. Meski begitu, dia memastikan harga tabung oksigen yang didistribusikan itu tetap sesuai standar.

Memang permintaannya pesat sekali, hampir tiga kali lipat, kalau harga saat ini tetap sesuai dengan rata-rata yakni per tabungnya itu mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu, tutur Chandra.

Artikel Asli