Bio Farma Akan Produksi 40 Ribu Bio Saliva, Harganya Lebih Murah Dari PCR Biasa

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:40
Bio Farma Akan Produksi 40 Ribu Bio Saliva, Harganya Lebih Murah Dari PCR Biasa

PT Bio Farma (Persero) menyatakan akan memproduksi 40 ribu Bio Saliva, alat uji untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode kumur ( gargling ).

"Produk baru kami yang gargle , kumur-kumur itu, kita baru akan produksi sekitar 40 ribu per bulan," ungkap Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (7/7).

Tes Covid-19 ini disebut sudah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Honesti mengklaim, tes Covid-19 kumur-kumur ini bisa mendeteksi semua strain virus Corona yang tengah menyebar di Indonesia.

"Sudah kita lakukan pengetesan dengan akurasi di atas 99 persen akurasinya, dan bisa mendeteksi semua strain virus yang sekarang lagi berkembang di Indonesia," klaimnya.

Menurutnya, dengan metode yang berbeda, tidak dilakukan melalui nasofaring dan hidung, tetapi melalui berkumur atau gargle , Bio Saliva akan memberikan pengalaman baru dari sisi kenyamanan bagi masyarakat yang ingin melakukan tes.

Berapa harganya? Honesti menyebut, Bio Saliva akan lebih murah dibandingkan tes swab polymerase chain reaction (PCR) nasofaring.

"Harganya lagi kita usulkan, kita lagi ada pendampingan BPKP untuk harganya, sehingga kita bisa mendapatkan penetapan harga eceran tertinggi (HET) ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Tapi intinya harga lebih murah dari PCR lebih sekarang," beber Honesti.

Selain Bio Saliva, Bio Farma juga memproduksi mBioCoV-19 RT-PCR Kit dengan kemampuan produksi 2,4 juta per bulan.

Mulai 3 Juli 2021 pengecekan dengan menggunakan Bio Saliva dapat dilakukan di laboratorium GSI Kuningan dan Cilandak ( limited releases ). [OKT]

Artikel Asli