Permintaan Meningkat, Kapolres Temanggung Pastikan Stok Obat-obatan Aman

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:25
Permintaan Meningkat, Kapolres Temanggung Pastikan Stok Obat-obatan Aman

Ketersediaan dan penjualan obat di Kabupaten Temanggung masih aman, kendati ada peningkatan permintaan obat dari masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin mengatakan, Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Temanggung memantau apotek untuk mengecek ketersediaan obat dan memastikan pengelola patuh dalam menjual obat pada masyarakat.

Keterangan dari pengelola apotek, rata-rata ketersediaan obat dalam jumlah yang cukup, meski ada peningkatan permintaan dari masyarakat, ujar Burhanuddin, ditemui saat pemantauan di Apotek Sehat Abadi, Selasa (6/7).

Burhaniddin mengatakan, pemantauan diperlukan untuk memastikan ketersediaan obat di apotek dalam jumlah aman. Ditambahkannya, harga jual obat dipastikan masih pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia mengatakan adanya penimbunan obat juga menjadi atensi Polri, yakni jangan sampai ada penimbunan, lantas menjualnya dengan harga di atas HET.

Termasuk dalam pemantauan adalah penjualan obat keras, yakni mana yang boleh dijual, dijual dengan resep dokter dan yang tidak boleh dijual, tuturnya.

Burhanuddin berharap di Temangggung tidak ada kekosongan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat, penimbunan obat dan penjualan obat diatas HET. Polri akan tegas menindak pengelola yang melanggar aturan dalam penjualan obat. "Jika ada pelanggaran, jika memungkinkan ditutup akan ditutup, tegasnya.

Sementara itu Apoteker Apotek Sehat Abadi, Binari Dina mengatakan ada peningkatan permintaan obat, vitamin dan susu murni dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Dina mengatakan obat yang banyak dicari adalah obat flu, paracetamol dan beberapa vitamin, terutama vitamin C. Selain itu produk kemasan susu murni.

"Ada beberapa produk obat yang kosong, lalu kami arahkan obat lain yang fungsinya sama, untuk harga obat telah naik sekitar 20 persen, ujar Dina.

Ia mengatakan untuk pembelian obat oleh masyarakat juga dibatasi. Warga hanya boleh membeli maksimal dua strip, atau dua puluh butir. Langkah itu sebagai antisipasi adanya penimbunan.

Kami harap tidak ada panic buying , yang justru berdampak negatif. Kami pastikan ketersediaan obat aman, namun masyarakat jangan beli dalam jumlah banyak, ujar Dina. [ SRI ]

Artikel Asli